JAKARTA - Roti sering jadi pilihan praktis untuk sarapan atau sekadar mengganjal perut. Pilihan jenisnya pun beragam. Dua yang cukup populer adalah sourdough dan roti gandum utuh.
Kedua roti ini sering jadi bagian dari pola makan sehat. Walaupun begitu, kandungan dan proses pembuatannya berbeda, sehingga manfaatnya untuk tubuh juga tidak sepenuhnya sama.
Dilansir dari Real Simple, pilihan yang lebih baik sebenarnya bergantung pada kebutuhan dan tujuan pola makan masing-masing. Yuk, kenali bedanya.
Sourdough dibuat menggunakan starter yang terdiri dari tepung dan air. Campuran tersebut mengalami fermentasi alami dengan bantuan ragi liar dan bakteri baik.
Proses fermentasi inilah yang memberikan rasa sedikit asam, tekstur kenyal, serta bagian luar yang renyah. Fermentasi juga dapat memecah sebagian gluten dan asam fitat dalam tepung agar lebih mudah dicerna.
Selain itu, sourdough cenderung lebih rendah gula darah dibandingkan beberapa jenis roti lainnya. Namun, kandungan gizinya tetap bergantung pada bahan dan cara pembuatannya.
Roti gandum utuh dibuat dari tepung yang masih mengandung tiga bagian utama biji gandum, yaitu dedak, lembaga, dan endosperma.