ANGGAPAN bahwa menangis adalah bentuk kelemahan banyak bermunculan di masyarakat. Tak jarang, seseorang memilih untuk menahan air mata agar tetap terlihat kuat di hadapan orang lain.
Padahal, ada manfaat besar dari menangis untuk kesehatan jiwa. Dari sudut pandang medis dan kesehatan jiwa, melepaskan emosi melalui tangisan justru merupakan mekanisme alami tubuh untuk memulihkan diri.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan pandangannya mengenai pentingnya menangis bagi kesehatan mental. Ia menegaskan menangis bukan tanda bahwa seseorang rapuh, melainkan proses alami tubuh yang bawa dampak positif cukup besar.
"Jangan salah, menangis itu ternyata ada manfaatnya loh buat kesehatan jiwa," kata Budi.
Menangis tidak sekadar reaksi emosional saat sedih atau terharu, melainkan cara tubuh melakukan pembersihan emosi secara menyeluruh. Ia membeberkan empat manfaat utama dari melepaskan air mata.
Pertama adalah air mata emosional yang keluar saat menangis membantu menurunkan kadar hormon penyebab stres. Selain itu, menangis juga bisa meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin yang bisa meredakan nyeri fisik maupun mental.
"Pertama, fungsinya sebagai detoks alami. Dengan kita mengeluarkan air mata, tubuh kita bisa menurunkan hormon kortisol. Ini adalah hormon stres. Kedua, hormon oksitosin dan hormon endorfin kita akan naik. Dan ini adalah hormon-hormon yang meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental," jelas dia.