Waspada Kesehatan Mental pada Anak, Orang Tua Perlu Lebih Peka

Agustina Wulandari , Jurnalis
Selasa 29 September 2026 12:05 WIB
Ilustrasi kesehatan mental pada anak. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Masalah kesehatan mental tak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak juga bisa mengalami berbagai kondisi yang memengaruhi cara mereka berpikir, mengelola emosi, berperilaku, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Namun, mengenali masalah kesehatan mental anak memang tak selalu mudah. Anak, terutama yang masih kecil, belum tentu bisa menjelaskan apa yang sedang mereka rasakan atau mengapa mereka melakukan sesuatu.

Menurut Mayo Clinic, kondisi kesehatan mental pada anak bisa terlihat dari perubahan dalam cara berpikir, perilaku, kemampuan bersosialisasi, atau mengendalikan emosi. Kondisi tersebut bisa sampai mengganggu aktivitas anak di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. 

Jenis Masalah Kesehatan Mental Anak

Ada berbagai kondisi kesehatan mental yang bisa dialami anak, antara lain gangguan kecemasan, ADHD, gangguan spektrum autisme, gangguan makan, depresi dan gangguan suasana hati, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Gejala setiap kondisi bisa berbeda. Usia anak juga bisa memengaruhi bagaimana gejalanya terlihat. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan yang berlangsung cukup lama atau mulai mengganggu keseharian anak.

Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

Mayo Clinic menyebutkan sejumlah tanda yang bisa menjadi perhatian orangtua, antara lain:

  • Sedih selama dua minggu atau lebih.
  • Menjauh dari keluarga atau teman.
  • Melukai diri sendiri atau membicarakan keinginan untuk menyakiti diri.
  • Membicarakan kematian atau bunuh diri.
  • Sering mengalami ledakan emosi atau mudah marah.
  • Perilaku menjadi sulit dikendalikan dan berpotensi membahayakan.
  • Terjadi perubahan besar pada suasana hati, perilaku, atau kepribadian.
  • Perubahan pola makan atau berat badan.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Sering mengeluhkan sakit kepala atau sakit perut.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Prestasi sekolah menurun.
  • Tidak mau atau sering tidak masuk sekolah.

Meski begitu, munculnya satu tanda saja tidak otomatis berarti anak mengalami gangguan kesehatan mental. Yang penting, orang tua melihat apakah perubahan tersebut menetap, semakin sering terjadi, atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika merasa ada perubahan yang mengkhawatirkan, orang tua bisa membicarakannya dengan tenaga kesehatan yang menangani anak. Ceritakan perilaku atau perubahan yang terlihat secara jelas.

Orang tua juga bisa bertanya kepada guru, pengasuh, anggota keluarga, atau orang-orang yang sering berinteraksi dengan anak. Informasi dari lingkungan lain bisa membantu melihat apakah perubahan tersebut juga terjadi di luar rumah. 

Untuk menentukan kondisi yang dialami anak, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan melihat riwayat kesehatan, perkembangan anak, kondisi keluarga, pengalaman traumatis, serta perubahan perilaku yang muncul. Anak juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan mental lainnya.

Dukungan Orang Tua Juga Penting

Penanganan masalah kesehatan mental pada anak bisa melibatkan psikoterapi, seperti terapi berbicara atau terapi perilaku. Pada anak yang masih kecil, terapi bisa dilakukan melalui permainan atau aktivitas tertentu.

Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan juga bisa mempertimbangkan penggunaan obat sebagai bagian dari rencana perawatan. Pilihan tersebut perlu dibicarakan bersama tenaga kesehatan dengan mempertimbangkan manfaat, risiko, dan efek sampingnya.  

Di rumah, orang tua tetap punya peran besar dalam membantu anak. Orang tua bisa mempelajari kondisi yang dialami anak, mengikuti pelatihan untuk orangtua jika diperlukan, dan meminta saran dari tenaga kesehatan mengenai cara menghadapi perilaku yang sulit.

Dengan perhatian dan dukungan yang tepat, orangtua dapat membantu anak menghadapi masalah yang sedang dialaminya tanpa membuat anak merasa sendirian.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya