Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |10:41 WIB
Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan
Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Layanan konsultasi psikologis milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Healing119.id mencatatkan lonjakan pengakses yang signifikan. Sejak meluncurkan layanannya, platform tanggap krisis mental ini telah menerima lebih dari 220.000 kontak, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi. Jumlah tersebut merupakan catatan dalam kurun waktu kurang lebih selama satu tahun.

“Saat ini sudah ada kunjungan yang menghubungi baik chat maupun telepon itu lebih dari 220.000 call ataupun WhatsApp selama lebih dari setahun,” kata Imran dalam acara Temu Media Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, pada masa-masa awal pengoperasiannya, layanan Healing119.id rata-rata hanya menerima sekitar 350 hingga 400 kontak per hari. Namun, angka tersebut melonjak tajam dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sejak Februari 2026 dengan jumlah pengakses 500 sampai 600 per hari.

Merespons lonjakan tersebut, Imran mengaku memiliki perasaan dilematis. Di satu sisi, ia mengapresiasi masyarakat yang semakin aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa pemerintah. Namun di sisi lain, peningkatan volume kontak ini menjadi tantangan besar dari segi ketersediaan tenaga pendamping.

“Positifnya layanannya digunakan, gitu kan? Tapi sedihnya, kok tambah banyak nih yang menghubungi. Jadi ya senang campur sedih, tapi moga-moga nggak naik terus karena kalau naik terus kita susah tuh untuk nyari konselornya,” tutur Imran.

Antrean Layanan Mengular

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement