Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |10:41 WIB
Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan
Antrean Layanan Konseling Jiwa Mengular, Konselor Sampai Kewalahan (Foto: Freepik)
A
A
A

Ia menambahkan, porsi pengakses akibat rasa kesepian paling banyak didominasi oleh kelompok usia remaja awal. “Peak-nya kalau kesepian itu sekitar, seingat saya sih umur sekitar 12-14 tahun, jadi remaja awal. Kami juga terus terang kaget ketika datanya kemudian sudah terkumpul, oh pengaksesnya semuda ini toh ternyata,” lanjut Annelia.

Kendati demikian, Annelia menekankan agar publik dan awak media tidak terburu-buru menyimpulkan lonjakan angka pengakses sebagai tanda murni meningkatnya angka niat bunuh diri di masyarakat. “Kenaikan volume orang yang mengakses crisis helpline tidak boleh otomatis kita terjemahkan sebagai peningkatan keinginan bunuh diri,” tegas Annelia.

Menurutnya, lonjakan ini justru menjadi sinyal positif terhadap tumbuhnya kesadaran masyarakat akan kesehatan mental serta menurunnya stigma dalam mencari bantuan profesional.

“Hal ini bisa mencerminkan kombinasi bahwa memang ada kebutuhan untuk dibantu saat krisis, peningkatan awareness, peningkatan akses yang selama ini tidak ada menjadi ada dan bisa diakses dengan mudah. Dan dengan sistem bantuannya yang anonim, kemungkinan besar ini stigmanya sudah menurun,” pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement