Uang tidak selalu hanya berarti jumlah yang ada di rekening. Bagi seseorang, uang bisa berkaitan dengan rasa aman, tanggung jawab, pengorbanan, atau kewajiban terhadap keluarga.
Misalnya, sejak kecil seseorang terbiasa mendengar bahwa mengelola uang dengan baik berarti harus rajin menabung dan tidak boleh boros. Pola pikir tersebut bisa terus terbawa meskipun ia sudah memiliki penghasilan sendiri.
Keyakinan yang terbentuk dari pengalaman tersebut sering disebut sebagai money scripts, yaitu pandangan atau keyakinan tentang uang yang dapat memengaruhi cara seseorang menggunakannya.
Menariknya, rasa tidak nyaman saat mengeluarkan uang untuk diri sendiri bisa tetap muncul meskipun seorang perempuan sudah mandiri secara finansial. Punya gaji, tabungan, bahkan investasi tidak selalu membuat seseorang berhenti mempertanyakan pembelian untuk dirinya sendiri.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara sikap terhadap uang, pengalaman keluarga, pengetahuan finansial, dan cara perempuan mengambil keputusan keuangan. Namun, hal ini tidak berarti semua perempuan memiliki masalah dalam mengelola uang.
Sebelum merasa bersalah dan langsung membatalkan pembelian, coba berpikir sejenak. Tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut memang tidak terjangkau atau sebenarnya hanya terasa tidak penting karena dibeli untuk diri sendiri.
Menabung dan memenuhi kebutuhan keluarga memang penting. Namun, menggunakan sebagian uang untuk diri sendiri dalam batas yang sesuai dengan kondisi keuangan juga tetap bisa menjadi bagian dari mengatur keuangan.
Jadi, kalau sesekali ingin membeli sesuatu untuk diri sendiri, tidak perlu merasa bersalah. Yang penting, tetap sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan finansialmu.
(Djanti Virantika)