JAKARTA - Telur sering jadi pilihan praktis untuk sarapan. Direbus, dibuat telur dadar, atau dicampur dengan makanan lain, bahan makanan ini mudah ditemukan dan cukup mengenyangkan.
Namun, bagi orang yang sedang memperhatikan kadar gula darah, muncul pertanyaan apakah makan telur setiap hari bisa membuat gula darah melonjak?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Telur justru termasuk makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sangat rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi.
Dalam satu butir telur ukuran besar, terdapat sekitar 6,2 gram protein, 5 gram lemak, dan hanya sekitar 0,5 gram karbohidrat. Komposisi inilah yang membuat telur tidak memberikan efek lonjakan gula darah seperti makanan yang tinggi karbohidrat atau gula.
Kandungan protein dan lemaknya juga bisa memberikan energi yang lebih bertahan lama. Sebagai perbandingan, makanan tinggi karbohidrat atau gula seperti permen dan pasta dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat.
Telur memiliki karakter yang berbeda karena sebagian besar kandungan makronutriennya berasal dari protein dan lemak. Telur juga masuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah.