Cara Menyimpan Alpukat agar Tak Cepat Cokelat dan Lembek

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 28 September 2026 08:05 WIB
Ilustrasi cara menyimpan alpukat. (Foto: dok Magnific/jcomp)
Share :

JAKARTA - Alpukat memang enak dan serbaguna, tetapi buah ini cukup mudah berubah kondisi. Saat belum matang, teksturnya masih keras. Namun, setelah matang, alpukat bisa cepat menjadi terlalu lembek jika tidak segera dimakan.

Belum lagi jika alpukat sudah dipotong. Daging buah yang terkena udara biasanya akan berubah warna menjadi kecokelatan. Ternyata ada triknya agar alpukat tak gampang cepat cokelat.

Melansir Eating Well, Maureen Cottingham, petani alpukat sekaligus anggota California Avocado Commission, mengatakan, ada beberapa cara sederhana untuk menyimpan alpukat agar tetap segar lebih lama. Salah satu hal terpenting adalah membatasi paparan udara.

Jangan Buru-Buru Simpan Alpukat Mentah ke Kulkas

Menyimpan alpukat. (Foto: dok Ist)

Jika alpukat masih keras dan belum matang, sebaiknya jangan langsung disimpan di kulkas. Letakkan alpukat di suhu ruang dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung agar proses pematangannya berjalan secara alami.

Menurut Cottingham, proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga lima hari, tergantung tingkat kematangan alpukat saat dibeli. Jika ingin mempercepat proses pematangan, alpukat bisa dimasukkan ke dalam kantong kertas bersama pisang, apel, atau kiwi. Setelah alpukat matang, barulah buah tersebut dapat dipindahkan ke dalam kulkas agar lebih awet.

Masalah yang berbeda muncul ketika alpukat sudah dipotong. Bagian daging yang terbuka akan bersentuhan langsung dengan udara sehingga lebih mudah mengalami oksidasi dan berubah warna menjadi cokelat.

Untuk mengatasinya, Cottingham menyarankan agar biji alpukat tetap dibiarkan pada salah satu bagian buah. Setelah itu, oleskan permukaan daging alpukat dengan air perasan lemon atau jeruk nipis.

Selanjutnya, bungkus alpukat dengan rapat menggunakan plastik pembungkus makanan dan simpan di kulkas. Berikut wadah penyimpanan alpukat:

1. Keranjang buah

Jika alpukat masih dalam kondisi mentah, keranjang buah bisa menjadi tempat penyimpanan yang praktis. Keranjang kawat bisa digunakan untuk menyimpan alpukat, pisang, dan buah lainnya. Keranjang seperti ini juga bisa diletakkan di meja dapur sehingga buah mudah terlihat dan diambil saat sudah matang. 

2. Wadah penyimpanan bertingkat

Wadah penyimpanan bertingkat juga bisa digunakan untuk menyimpan berbagai jenis bahan makanan.

Salah satu produk yang disorot memiliki dua bagian. Bagian atas dapat digunakan untuk menyimpan alpukat, pisang, dan lemon, sedangkan bagian dalamnya dapat digunakan untuk bawang putih, bawang bombai, atau kentang. Desain seperti ini juga membantu menghemat tempat di dapur. 

3. Penyimpan alpukat berbahan silikon

Untuk alpukat yang sudah dibelah, salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah penyimpan berbahan silikon.

Alat ini dirancang untuk menutupi permukaan buah sehingga paparan udara dapat diminimalkan. Beberapa produk bahkan memiliki bentuk berbeda untuk menyesuaikan berbagai jenis buah dan sayuran. Setelah alpukat ditutup rapat, tetap simpan di dalam kulkas untuk membantu memperlambat proses oksidasi. 

Kuncinya Adalah Kurangi Paparan Udara

Pada dasarnya, menyimpan alpukat tak harus selalu menggunakan alat khusus. Hal terpenting adalah mengetahui kapan alpukat harus dibiarkan matang di suhu ruang dan kapan harus dipindahkan ke kulkas.

Untuk alpukat yang masih keras, biarkan matang secara alami di suhu ruang. Setelah matang, simpan di kulkas. Sementara itu, untuk alpukat yang sudah dibelah, usahakan permukaan daging buah tertutup rapat agar tidak terlalu banyak terkena udara.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya