JAKARTA - Alpukat terkenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan sering menjadi pilihan untuk menu sarapan, salad, hingga smoothie. Namun, meski punya banyak manfaat bagi tubuh, cara mengolah dan jumlah alpukat yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan agar asupan kalori tak berlebihan.
Dilansir dari The Standard, ahli gizi Wang Yu-ching mengingatkan bahwa alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik bagi tubuh. Karena itu, alpukat sebaiknya tak dikonsumsi seperti buah lain dalam jumlah banyak tanpa mempertimbangkan porsinya.
Kandungan lemak pada alpukat memang bisa memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, penambahan bahan tinggi gula, seperti susu kental manis, sirup, dan puding, bisa membuat hidangan alpukat menjadi lebih tinggi kalori.
Agar manfaat alpukat tetap optimal, ada beberapa cara yang bisa diterapkan saat mengonsumsinya.
Wang menyarankan konsumsi sekitar seperempat hingga setengah buah alpukat dalam satu porsi. Jumlah ini bisa menjadi panduan awal yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan energi dan pola makan sehari-hari.
Mengonsumsi alpukat dalam jumlah lebih banyak tidak selalu berarti mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar. Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan porsi.
Cobalah memadukan alpukat dengan makanan sumber protein, seperti telur, tahu, atau susu kedelai tanpa gula tambahan. Kombinasi protein dan lemak sehat dari alpukat juga bisamembuat menu lebih mengenyangkan. Kamu bisa mencoba roti gandum dengan alpukat dan telur rebus sebagai menu sarapan sederhana.