Alpukat juga cocok dikombinasikan dengan sayuran segar, terutama sayuran berwarna hijau tua. Kombinasi ini membantu membuat menu lebih beragam dari segi nutrisi. Misalnya, alpukat bisa ditambahkan ke salad yang berisi selada, bayam, tomat, dan mentimun. Agar kalorinya tidak berlebihan, perhatikan juga penggunaan saus salad, mayones, atau minyak tambahan.
Menurut Wang, alpukat dapat dipadukan dengan sumber karbohidrat seperti ubi jalar, oat, atau nasi merah dalam porsi yang sesuai. Kombinasi lemak, karbohidrat, dan protein dalam menu seimbang bisa memperlambat proses pencernaan serta mendukung rasa kenyang. Namun, pengaruhnya terhadap kadar gula darah tetap bergantung pada komposisi makanan, ukuran porsi, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Jika ingin menikmati alpukat dalam bentuk minuman, kamu bisa menghaluskannya bersama air atau susu tanpa gula tambahan. Pisang dalam jumlah secukupnya juga bisa digunakan untuk memberikan rasa manis alami.
Kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat mampu membuat jantung lebih sehat untuk menggantikan sebagian lemak jenuh dalam pola makan. Alpukat juga mengandung serat yang bermanfaat bagi pencernaan.
Alpukat tetap bisa menjadi pilihan makanan bergizi selama dikonsumsi dengan porsi yang sesuai. Dengan memadukannya bersama protein, sayuran, dan karbohidrat berkualitas serta membatasi tambahan gula, kamu bisa menikmati alpukat tanpa membuat asupan kalori harian berlebihan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.