JAKARTA - Kisah seorang anak perempuan berusia 3 tahun asal Gloucestershire, Inggris, menjadi perhatian setelah gejala yang awalnya dianggap sebagai batuk biasa ternyata berkaitan dengan penyakit jantung serius. Penny Dunn meninggal dunia pada 6 Juli setelah kondisinya memburuk dalam waktu beberapa bulan.
Kisah tersebut diceritakan oleh sang ibu, Courtney Sherwood. Ia mengungkapkan bahwa Penny sebelumnya merupakan anak yang sehat dan jarang mengalami sakit.
Menurut Kennedy News and Media, Penny mulai batuk-batuk sekitar Natal 2025. Balita yang tinggal di Glouchestershire, Inggris, tersebut dilaporkan sehat dan jarang jatuh sakit sebelumnya.
Ibunya bercerita, batuknya sempat membaik sebentar sebelum akhirnya kambuh lagi dan tidak kunjung sembuh. Dia dan suaminya sudah membawa Penny ke dokter sebanyak tiga kali. Pada awalnya, keluarganya diberi tahu bahwa Penny terkena infeksi virus yang biasa menyerang anak-anak, dan dugaan asma juga sempat dipertimbangkan.
Pada akhirnya, batuknya menjadi cukup parah hingga membuat Penny muntah. Sherwood juga menyadari kalau anaknya jadi sering terengah-engah, termasuk saat menaiki tangga menuju ruangan dokter.
Menurut pengakuan ibunya, inhaler (alat isap medis) menjadi sangat membantu untuk sementara waktu. Namun, kesehatan Penny tidak kunjung membaik. Sherwood mengatakan putrinya yang dulu aktif, sekarang berubah menjadi lesu dan tidak nafsu makan, membuatnya kehilangan berat badan.