“Dari sisi domestik, perjalanan wisatawan nusantara juga terus menggerakkan aktivitas ekonomi. Hingga Juli 2026, perjalanan wisnus telah mencapai lebih dari 737,8 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ucap dia.
Menurut Widiyanti, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Aktivitas wisata turut memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, hingga UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.
“Dari wisatawan mancanegara, pengeluaran tersebut menghasilkan devisa bagi Indonesia,” cetus Widiyanti.
Di sisi lain, Widiyanti menilai pertumbuhan pariwisata tersebut menunjukkan Indonesia tetap memiliki daya tarik di tengah dampak dan tantangan situasi geopolitik sejak awal 2026.
Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.