Jangan Sering Negative Thinking! Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Rabu 23 September 2026 10:05 WIB
Ilustrasi negative thinking. (Foto: dok Magnific/Drazen Zigic)
Share :

Dokter Adam mengutip studi yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia pada 2020 yang meneliti hubungan antara repetitive negative thinking dengan perubahan kognitif serta penanda biologis yang berkaitan dengan Alzheimer.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengikuti 292 orang dewasa yang secara kognitif masih tergolong normal untuk melihat perubahan kemampuan kognitif dari waktu ke waktu. 

Sebagian peserta juga menjalani pemindaian PET untuk melihat keberadaan amyloid dan tau di otak. Peneliti kemudian menggunakan kelompok lain yang terdiri dari 68 orang untuk mereplikasi temuan terkait amyloid.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat repetitive negative thinking yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan kognisi global, termasuk memori jangka pendek maupun memori yang tertunda. 

Pola berpikir negatif berulang juga dikaitkan dengan lebih tingginya akumulasi amyloid secara global serta tau di bagian entorhinal cortex, salah satu wilayah otak yang berkaitan dengan proses awal penyakit Alzheimer.

Repetitive negative thinking sendiri mencakup pola pikiran negatif yang terus berulang, seperti rumination atau terus memikirkan kejadian buruk di masa lalu, serta kekhawatiran berulang mengenai hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya