Hati-Hati! Kebiasaan Pakai Tusuk Gigi Bisa Bikin Gusi Luka

Niko Prayoga , Jurnalis
Selasa 22 September 2026 18:09 WIB
Hati-Hati! Kebiasaan Pakai Tusuk Gigi Bisa Bikin Gusi Luka (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Kebiasaan menggunakan tusuk gigi setelah makan ternyata perlu diperhatikan. Benda kecil dengan ujung tajam tersebut berisiko melukai gusi apabila digunakan terlalu sering atau dengan cara yang tidak tepat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bahkan mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan menggunakan tusuk gigi. Menurutnya, ujung tusuk gigi yang tajam dapat mengenai jaringan gusi yang sensitif dan berpotensi mengganggu kondisi sela-sela gigi.

"Siapa yang habis makan suka pakai tusuk gigi? Itu bahaya loh sebenarnya. Ujungnya tusuk gigi ini tajam loh. Bayangkan kalau kita pakai, kan bisa kena gusinya," kata Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan tusuk gigi secara berulang tidak hanya berisiko menyebabkan luka atau perdarahan pada gusi. Kebiasaan tersebut juga dapat membuat gusi terdorong serta membuat celah di antara gigi menjadi lebih lebar jika tusuk gigi digunakan dengan tekanan.

"Gusinya bisa luka. Sela-sela giginya juga makin lama makin lebar. Gusinya bisa turun atau naik," ungkap dia.

Cara Membersihkan Sisa Makanan

Sebagai alternatif, Budi menyarankan masyarakat menggunakan sikat gigi untuk membersihkan sisa makanan sekaligus menjaga kebersihan mulut.

"Jadi udah, yang paling benar kalau mau bersihin sisa makanan, udah pakai sikat gigi aja. Ini cara yang paling benar," imbau Budi.

Selain menyikat gigi secara rutin, teknik yang digunakan juga perlu diperhatikan. Budi mengingatkan agar penggunaan pasta gigi tidak berlebihan. Takaran yang dianjurkan cukup sekitar sebesar kacang polong pada ujung sikat gigi.

Pemilihan sikat gigi juga penting. Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut (soft bristles) agar tidak menyebabkan iritasi pada gusi atau mengikis permukaan gigi.

Selanjutnya, posisikan sikat gigi dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Gerakkan sikat secara perlahan dari arah gusi menuju gigi dan pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan.

Proses menyikat gigi sebaiknya dilakukan selama minimal dua menit. Jangan hanya membersihkan bagian depan gigi, tetapi perhatikan pula bagian dalam serta permukaan lidah.

Bagian tersebut kerap terlewat, padahal bakteri dapat menumpuk di area tersebut dan berkontribusi terhadap munculnya bau mulut.

Setelah selesai menyikat gigi, Budi menyarankan untuk meludahkan sisa busa pasta gigi dan tidak langsung berkumur dengan banyak air. Cara tersebut bertujuan agar fluoride dari pasta gigi tetap berada di permukaan gigi lebih lama.

"Sesudah bagian luarnya selesai, yang sering lupa dalamnya juga. Dan juga yang sering lupa lagi: lidahnya, jangan lupa disikat juga. Sesudah selesai sikat giginya, diludahkan saja. Enggak usah terburu-buru berkumur-kumur. Yang penting sikat giginya 2 menit," pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya