Dokter Ungkap Cara Cegah Penularan Influenza A di Sekolah, dari Cuci Tangan hingga Ventilasi

Djanti Virantika, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 21:05 WIB
Anak sekolah. (Foto: Freepik)
Share :

4. Perhatikan Ventilasi Ruang Kelas

Selain kebersihan tangan, sirkulasi udara di ruang kelas juga perlu diperhatikan. dr. Yogi menyoroti kondisi ruang kelas yang menggunakan pendingin udara secara terus-menerus, terutama sistem AC sentral.

Dalam kondisi ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik, virus yang keluar ketika seseorang batuk atau bersin berpotensi bersirkulasi di dalam ruangan. Karena itu, meski menggunakan AC, ventilasi tetap perlu dibuka pada waktu-waktu tertentu untuk membantu pertukaran udara.

Penggunaan kipas angin juga dapat dilakukan untuk membantu mengarahkan aliran udara. Selain itu, kipas juga bisa meningkatkan ventilasi.

“Kemudian ventilasi. Jadi juga menjadi masalah kalau di Jakarta itu rata-rata ruang kelas banyak yang kemudian full AC gitu ya. Nah, AC apalagi kalau sentral, itu dia circulated air. Udaranya ya situ-situ aja. Begitu ada satu yang batuk, virus dia bersirkulasi, ya kemudian akhirnya satu kelas akan kena. Sehingga walaupun misalnya menggunakan AC, ada waktu-waktu tertentu yang ventilasinya dibuka, kemudian mungkin bisa pakai kepas angin untuk mengarahkan biar terjadi pertukaran udara,” tutur dr. Yogi.

5. Bersihkan Barang yang Digunakan Bersama

Benda-benda yang digunakan secara bersama-sama di sekolah juga perlu mendapatkan perhatian. Mainan, peralatan belajar, meja, serta permukaan yang sering disentuh banyak orang sebaiknya dibersihkan secara berkala.

Sekolah dapat membuat standar operasional prosedur (SOP) mengenai kebersihan dan sanita. Dengan begitu, kegiatan pembersihan dilakukan secara rutin dan tidak bergantung pada situasi tertentu saja.

“Nah, kalau berbagi mainan, berbagi macam peralatan, itu pastikan permukaannya itu dibersihkan sering-sering. Jadi mungkin ada SPO-nya di sekolah,” ucap dr. Yogi.

6. Jangan Tutupi jika Ada Klaster Kasus

dr. Yogi juga mengingatkan pentingnya keterbukaan apabila ditemukan kasus yang terkonfirmasi di lingkungan sekolah. Jika muncul klaster kasus, pihak sekolah sebaiknya segera memberikan informasi kepada orang tua dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Menurutnya, pengalaman selama pandemi seharusnya menjadi pembelajaran. Dengan begitu, masyarakat tidak menutupi adanya kasus di lingkungan komunitas.

Informasi yang disampaikan kepada orangtua juga perlu diberikan secara tenang dan tidak menimbulkan kepanikan. Anak yang mengalami gejala atau diketahui terpapar dapat dipertimbangkan untuk tidak masuk sekolah sementara waktu sesuai kondisi dan arahan tenaga kesehatan.

“Kalau ada kluster kasus, jangan ditutup-tutupi. Kan kita sudah belajar cukup banyak pada saat pandemi ya,” ucap dr. Yogi.

“Jadi begitu ada yang jelas, confirm, ya diinformasikan saja di WhatsApp group. Tetap tenang, tapi mungkin kita break dulu, kita koordinasi dulu. Anak-anak yang bergejala atau terpapar, mungkin jangan masuk sekolah dulu,” lanjutnya.

7. Vaksinasi Juga Perlu Didukung

Selain menerapkan kebiasaan hidup bersih dan menjaga lingkungan sekolah, dokter turut menekankan pentingnya vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Menurutnya, kebijakan sekolah yang mensyaratkan bukti vaksinasi dalam proses pendaftaran dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong orang tua melengkapi vaksinasi anak. Dengan menerapkan berbagai langkah tersebut secara bersama-sama, risiko penularan penyakit di lingkungan sekolah dapat ditekan.

Pencegahan bukan hanya menjadi tanggung jawab anak atau orangtua. Tetapi, pencegahan juga membutuhkan dukungan dari sekolah, guru, dan seluruh komunitas.

“Dan dukung vaksinasi. Kalau sekolah mewajibkan untuk anak yang masuk mendaftar itu sudah divaksin atau menunjukkan bukti kalau sudah pernah divaksin, itu akan menjadi semacam mandatori untuk orangtua membawa anaknya untuk divaksin,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya