Salah satu pendiri Hyrox, Moritz Fürste, mengakui adanya kekurangan dalam penanganan insiden tersebut.
“Hyrox melakukan kesalahan karena tidak bereaksi segera selama balapan. Pada akhirnya, tugas saya adalah untuk mengantisipasi potensi insiden ini – dan saya tidak melakukannya,” kata Fürste.
Ia menyebut penyelenggara langsung mengevaluasi proses pelaksanaan kompetisi dan melakukan perubahan terhadap buku aturan.
“Mulai saat ini, ada peraturan dan prosedur baru yang diberlakukan untuk mencegah situasi seperti ini terjadi lagi.”
Dalam regulasi yang diperbarui, race director memiliki kewenangan untuk menghentikan peserta apabila darah, muntahan, urine, atau feses menimbulkan risiko keselamatan maupun kontaminasi terhadap atlet tersebut atau peserta lainnya.
Atlet yang dihentikan karena alasan medis nantinya dicatat dalam klasemen dengan status did not finish (DNF), atau tidak menyelesaikan perlombaan hingga diskualifikasi.