PENGGUNAAN tampon ataupun menstrual cup sering dikaitkan dengan anggapan bahwa benda tersebut dapat merusak keperawanan. Anggapan ini masih banyak dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Namun, secara medis, apakah pernyataan soal penggunaan tampon atau menstrual cup dapat membuat seseorang kehilangan keperawanan itu benar atau hanya mitos semata?
Yang dikenal secara anatomi adalah selaput himen. Itu merupakan jaringan tipis yang berada di sekitar atau sebagian menutupi pembukaan vagina. Bentuk dan ketebalan himen pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang lebih tipis, lebih tebal, elastis, atau memiliki bentuk dan ukuran lubang yang berbeda.
Kondisi himen juga tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual atau belum. Himen dapat mengalami perubahan atau robekan karena berbagai hal, termasuk aktivitas fisik tertentu.
“Mitos (penggunaan tampon ataupun menstrual cup bisa merusak keperawanan) karena keperawanan itu sebenarnya enggak ada di istilah medis. Yang kita punya itu adalah selaput himen,” ujar dr. Fadhilah.
“Tapi selaput himen itu kan tidak sama rata. Bukan mengindikasikan keperawanan. Bentuknya selaput himen itu enggak sama. Ada yang lebih tebal, ada yang lebih tipis,” lanjutnya.