Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Remaja Wajib Tahu! Dokter Ungkap Cara Tepat Menjaga Kebersihan Organ Intim, Jangan Asal Cuci

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |23:05 WIB
Remaja Wajib Tahu! Dokter Ungkap Cara Tepat Menjaga Kebersihan Organ Intim, Jangan Asal Cuci
Gen Z wajib tahu cara jaga kebersihan organ intim. (Foto: Freepik)
A
A
A

MENJAGA kebersihan organ intim merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi, termasuk bagi remaja laki-laki maupun perempuan. Namun, masih banyak yang belum mengetahui cara membersihkan organ intim dengan tepat.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Columbia Asia BSD, dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG, di acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengingatkan, kebersihan organ intim tidak berarti harus mencucinya secara berlebihan. Cara membersihkan yang keliru justru dapat mengganggu kondisi alami area genital dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi.

1. Perempuan, Perhatikan Cara Membilas

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan perempuan adalah arah membilas setelah buang air kecil maupun buang air besar. dr. Dhila menyarankan untuk membersihkan dari arah depan ke belakang. Cara ini membantu mencegah bakteri dari area anus berpindah ke area vagina dan saluran kemih.

Selain itu, hindari penggunaan sabun beraroma atau produk pembersih yang mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi area genital. Hal yang tidak kalah penting adalah tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina.

Vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangan lingkungan di dalamnya. Membersihkan atau menyemprotkan cairan hingga ke bagian dalam vagina justru dapat mengganggu keseimbangan tersebut.

Karena itu, kebersihan sebaiknya difokuskan pada bagian luar organ genital atau vulva. Cara membersihkannya bukan dengan melakukan pembersihan ke dalam vagina.

“Kalau menurut saya cukup penting mengetahui cara membersihkan organ intim dengan benar, karena kan pada akhirnya organ-organ kemaluan kita ini akan sangat berhubungan dengan kesempatan untuk bereproduksi nantinya. Caranya mungkin, ada beberapa cara yang biasanya saya edukasi,” ucap dr. Dhila.

“Yang pertama, cara mencebok. Itu mungkin dari depan ke belakang, supaya kuman-kuman dari anus tidak masuk ke daerah vagina,” lanjutnya.

“Kemudian yang kedua, jangan mencuci dengan menggunakan sabun-sabun aromatik. Atau jangan mencuci sampai ke dalam vagina karena sebenarnya vagina itu memang bentuknya corong, artinya rentan untuk mengumpul atau menjadi koloni bakteri di situ,” lanjutnya.

2. Pastikan Area Intim Tetap Kering

Setelah membersihkan organ intim, area tersebut sebaiknya dikeringkan dengan lembut sebelum mengenakan pakaian dalam. Kondisi yang terlalu lembap dapat membuat area genital terasa tidak nyaman dan dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Pemilihan pakaian juga penting. Hindari pakaian dalam atau celana yang terlalu ketat dan pilih bahan yang dapat menyerap kelembapan serta memungkinkan sirkulasi udara yang baik.

“Terus yang ketiga, setelah cebok, mungkin dikeringkan. Baru kita pakai bawahan, baru ditutup. Dan saya sarankan juga, memakai bawahan atau celana itu tidak terlalu ketat. Terlalu ketat dan bahannya juga bahan yang menyerap,” jelas dr. Dhila.

“Biar apa? Biar enggak lembab. Karena kalau lembab ini, memang tempat yang baik untuk koloni puman patologenya itu, menjadi berkembang dengan baik,” lanjutnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement