PEMBALUT seperti tampon memang telah diperingati agar digunakan sewajarnya untuk mencegah Toxic Shock Syndrome (TSS). Kini, satu remaja 13 tahun telah menjadi korban akibat penyalahgunaan tampon yang berakhir pada kematian.
Tampon, yang berbeda dengan pembalut, digunakan dengan dimasukkan ke dalam serviks untuk menyerap langsung darah menstruasi. Kelebihannya yang tidak akan merembes saat wanita menggunakannya di dalam air, membuat Jemma-Louise Roberts getol berlatih renang meski sedang menstruasi.
Sayangnya, atlet belia ini harus menerima masalah karena kelalaiannya. Ibu Jemma, Diane mengatakan kondisi kesehatan putrinya mulai tidak membaik saat Jemma mengalami diare dan lemas saat berlibur bersama keluarga. Saat dibawa ke rumah sakit, Jemma didiagnosis dengan infeksi virus di pencernaannya.
Seiring kondisinya yang terus memburuk, ia lantas dibawa ke Royal Albert Edward Infirmary, Wigan. Dokter pun mendiagnosis Jemma dengan TSS, infeksi bakteri terkait penggunaan tampon yang cukup jarang terjadi tapi sangat mengancam jiwa. Infeksi ini disebabkan bakteri yang biasanya hidup di kulit, hidung, atau mulut.