Berjalan lebih cepat membutuhkan energi lebih banyak. Dengan begitu, tubuh juga akan menggunakan lebih banyak gula sebagai bahan bakar.
Yang terpenting adalah menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh. Tidak perlu memaksakan diri berjalan cepat jika belum terbiasa berolahraga.
Jalan kaki setelah sarapan memang mampu jaga gula darah, tetapi pilihan makanan saat sarapan tetap penting.
Para ahli menyarankan sarapan yang menggabungkan serat, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein tanpa lemak. Kombinasi tersebut dapat membantu memberikan energi sekaligus menjaga kadar gula darah lebih stabil, contohnya overnight oats dengan selai kacang, susu rendah lemak dan buah, atau roti gandum utuh dengan alpukat dan telur.
Sebaliknya, sarapan yang didominasi gula tambahan dan karbohidrat olahan dapat membuat kadar gula darah lebih cepat meningkat.
(Agustina Wulandari )