Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bolehkah Masker N95 atau KN95 Dipakai Kembali saat Terpapar Abu Vulkanik?

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |16:05 WIB
Bolehkah Masker N95 atau KN95 Dipakai Kembali saat Terpapar Abu Vulkanik?
Masker KN95. (Foto: Freepik)
A
A
A

PAPARAN abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak dianjurkan menggunakan masker atau respirator yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi. Selain itu, masker juga harus dapat menutup wajah dengan rapat.

Salah satu yang direkomendasikan untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik adalah respirator seperti N95, KF94, atau KN95. Namun, muncul pertanyaan, jika masker tersebut baru digunakan selama sehari, apakah masih boleh dipakai kembali?

1. Tidak Harus Langsung Dibuang Setelah Sekali Pakai

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Siloam TB Simatupang, dr. Henie Widowati, SpP, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menyampaikan bahwa maker N95, KF94, atau KN95 berbeda dengan masker bedah yang penggunaannya sering dibatasi oleh kondisi masker.

Respirator partikulat seperti N95, KF94, dan KN95 tidak selalu harus langsung dibuang setelah beberapa jam pemakaian. Dalam kondisi tertentu, masker tersebut masih dapat digunakan kembali apabila kondisinya masih baik.

Tidak ada patokan tunggal bahwa respirator harus diganti setelah sejumlah jam tertentu. Lama penggunaan sangat bergantung pada kondisi masker, lingkungan, serta tingkat paparan.

Hal ini menjadi penting saat terjadi erupsi gunung berapi. Masyarakat yang tinggal cukup jauh dari sumber erupsi mungkin hanya terpapar abu vulkanik dalam jumlah relatif sedikit. Dalam kondisi tersebut, masker yang digunakan sebelumnya masih dapat dipertimbangkan untuk dipakai kembali selama tetap memenuhi persyaratan.

“Kembali lagi ke masker yang direkomendasikan dokter untuk kondisi abu vulkanik saat ini memang yang direkomendasikan punya filtrasi 94 persen minimal. Itu memang enggak ada patokan berapa lama boleh dipakai karena beda dengan masker bedah biasa,” ujar dr. Henie.

“Kalau biasanya 4 jam itu udah harus ganti karena sudah basah pasti kalau kita bicara nempel. Kalau ini kan enggak, apalagi bentuk masker N95 atau KF94 atau KN95 itu macam-macam, ada yang bentuknya kaku, ada yang dia bentuknya kayak duckbill, jadi itu memang lebih fleksibel sih,” lanjutnya.

“Itu sebetulnya patokannya harus berapa jam, enggak ada. Nah itu bisa dipakai lagi kalau memang di kondisinya masih baik. Artinya gini, kita mungkin enggak dalam kondisi yang dekat dengan daerah erupsi, Jadi kalau dekat daerah erupsi kadang abunya banyak, sudah kotor, hitam,” jelas dr. Henie.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement