HYROX Minta Netizen Tak Bully Atlet yang Diare di Arena

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 14 September 2026 21:10 WIB
HYROX Minta Netizen Tak Bully Atlet yang Diare di Arena (Foto: Threads)
Share :

JAKARTA - Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk, menjadi sasaran sorotan setelah mengalami buang air besar tanpa sengaja saat bertanding di Beijing, China. Di tengah ramainya kritik terhadap insiden tersebut, pihak HYROX justru meminta publik tidak mengarahkan kemarahan maupun tindakan intimidasi kepada sang atlet.

Wietrzyk diketahui tetap melanjutkan perlombaan meski mengalami insiden tersebut. Atlet berusia 22 tahun itu bahkan berhasil menyelesaikan seluruh delapan stasiun dan keluar sebagai pemenang kategori elit putri.

Rekaman kejadian kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu perdebatan. Sebagian netizen mengapresiasi kegigihan Wietrzyk untuk menyelesaikan pertandingan, sementara lainnya mempertanyakan keputusan untuk tetap membiarkannya bertanding dari sisi kebersihan, keselamatan, dan kenyamanan peserta lain.

Menanggapi situasi tersebut, HYROX meminta kritik diarahkan kepada penyelenggara jika publik menilai ada kesalahan dalam penanganan insiden, bukan kepada atlet yang mengalaminya.

"Rasa frustrasi seharusnya tidak pernah diarahkan kepada para atlet itu sendiri. Merekalah orang-orang yang mempertaruhkan diri, berkompetisi di level tertinggi, dan menjadikan kompetisi seperti sekarang ini," kata HYROX dalam pernyataannya.

HYROX Akan Tindak Akun yang Mengancam

Penyelenggara juga menyoroti munculnya komentar yang dianggap telah melewati batas karena mengandung ancaman kekerasan terhadap Wietrzyk.

HYROX menegaskan bahwa ancaman maupun ajakan untuk menyakiti atlet tidak dapat dibenarkan dalam komunitas mereka.

Pihak penyelenggara mengatakan tengah mengidentifikasi akun-akun yang diduga melakukan tindakan tersebut. Penelusuran mencakup komentar, pesan langsung, maupun unggahan di media sosial.

Mereka yang terbukti mengancam atau mendorong tindakan berbahaya terhadap atlet akan mendapatkan sanksi berupa larangan permanen mengikuti seluruh acara HYROX.

Insiden Picu Perdebatan di Media Sosial

Kontroversi bermula ketika Wietrzyk mengalami buang air besar tanpa sengaja dalam perlombaan elit putri HYROX Beijing pada 12 dan 13 September.

Atlet yang juga merupakan duta global PUMA itu tidak menghentikan perlombaannya. Ia terus menyelesaikan seluruh tantangan hingga akhirnya meraih kemenangan.

Foto dan video insiden tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial dan forum kebugaran. Reaksi yang muncul pun beragam.

Ada yang menilai Wietrzyk menunjukkan mental kompetitif dan daya juang tinggi. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan aspek sanitasi serta dampak keputusan tersebut terhadap atlet lain yang berada di lintasan.

HYROX Akui Protokol Belum Jelas

Di sisi lain, HYROX mengakui insiden tersebut menunjukkan adanya celah dalam penerapan protokol medis dan biokontainmen mereka.

Penyelenggara menyebut kejadian yang dialami Wietrzyk sebagai situasi tidak terduga yang membuat penerapan aturan menjadi ambigu. Prosedur yang ada selama ini dirancang untuk kompetisi elit maupun partisipasi dalam jumlah besar.

HYROX mengatakan masukan, pertanyaan, dan kekecewaan dari komunitas mereka merupakan hal yang valid. Penyelenggara berjanji mengevaluasi kejadian tersebut dan memperjelas prosedur agar dapat menangani situasi serupa dengan lebih baik di masa depan.

Wietrzyk Sempat Unggah Foto dari Rumah Sakit

Wietrzyk juga sempat memberikan respons melalui unggahan Instagram yang kini telah dihapus. Ia membagikan foto selfie dari rumah sakit setelah mengikuti perlombaan.

Dalam unggahan tersebut, Wietrzyk menyinggung perjuangannya selama kompetisi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang memberikan dukungan.

"Kata pepatah, berjuanglah sekuat tenaga atau pulang saja... kemenangan tetaplah kemenangan. Dengan sungguh-sungguh, terima kasih atas semua dukungannya. Saya akan segera kembali," tulisnya.

Kini, selain menghadapi sorotan publik, HYROX juga harus mengevaluasi kembali prosedur medis dan biokontainmen mereka. Sementara itu, penyelenggara menegaskan bahwa perdebatan mengenai penanganan insiden tidak boleh berubah menjadi perundungan atau ancaman terhadap atlet.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya