Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Kulit Juga Perlu Dilindungi

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 10 September 2026 20:05 WIB
Bahaya abu vulkanik ke kulit. (Foto: Freepik)
Share :

PAPARAN abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya perlu diwaspadai karena dapat mengganggu saluran pernapasan. Kulit juga menjadi bagian tubuh yang berpotensi terkena dampak ketika seseorang berada di lingkungan yang dipenuhi abu.

Partikel abu vulkanik yang menempel pada permukaan kulit dapat menyebabkan rasa tidak nyaman hingga iritasi, terutama jika paparan berlangsung cukup lama. Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan ketika terjadi paparan abu vulkanik dianjurkan tidak hanya menggunakan masker, tetapi juga memberikan perlindungan pada kulit.

Kontak dengan abu dapat membuat kulit terasa kotor, kering, gatal, atau mengalami iritasi pada sebagian orang. Risiko tersebut dapat meningkat apabila seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama. Karena itu, mengurangi durasi paparan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.

“Kalau terpaksa keluar ruangan jangan lupa pakai baju lengan panjang,” ujar dr. Henie.

“Itu melindungi kulit kita juga karena paparan abu itu bisa mengiritasi kulit kita juga. Ke mata juga kan ini untuk lihat dunia luar ya, paparan abu itu bisa masuk mata dan menyebabkan iritasi juga,” lanjutnya.

2. Kenakan Pakaian yang Menutup Kulit

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi kontak langsung dengan abu adalah menggunakan pakaian yang menutupi sebagian besar permukaan tubuh. Saat harus keluar rumah, gunakan baju lengan panjang dan celana panjang.

Bagian tubuh yang terbuka seperti leher juga sebaiknya ditutup bila kondisi lingkungan sangat berdebu. Perlindungan ini bukan berarti membuat seseorang sepenuhnya terbebas dari paparan, tetapi dapat membantu mengurangi jumlah abu yang langsung mengenai permukaan kulit.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya