Kisah Paris Hilton Didiagnosis ADHD saat Dewasa, Justru Jadi Sumber Kreativitas

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 09 September 2026 13:06 WIB
Paris Hilton didiagnosis ADHD saat usianya sudah dewasa. (Foto: dok Instagram/parishilton)
Share :

JAKARTA - Selebritas dunia Paris Hilton baru-baru ini curhat soal pengalamannya didiagnosis menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) saat sudah dewasa. Bukan merasa down, dia justru menganggap kondisi tersebut sebagai sumber "pancaran kreatif" alias creative sparkle dalam hidupnya.

Waktu masih kecil dan sekolah, Paris sempat merasa jadi anak yang paling disalahpahami. Betapa susahnya untuk dia sekadar fokus duduk tenang di kelas.

"Waktu sekolah itu rasanya berat banget. Padahal udah berusaha dan belajar keras, tapi tetap aja susah fokus," cerita Paris, dikutip dari Healthline, Rabu (9/9/2026).

Oleh karena itu, dia sering dapat hukuman cuma karena cara kerja otaknya memang beda dari anak-anak lain. Orang-orang di sekitarnya sering menghakiminya dengan label malas dan tak mau berusaha.

Tapi, segalanya berubah saat dia akhirnya tahu kalau dirinya punya ADHD. Rasanya seperti beban berat di pundak langsung terangkat begitu saja. Dia jadi paham kenapa selama ini hidupnya terasa berbeda, dan dia jadi sadar kalau tak hanya dia di dunia ini yang mengidap ADHD.

Cara Tetap Produktif

Paris Hilton didignosis ADHD. (Foto: dok Instagram/parishilton)

Punya aktivitas padat, mulai dari jadi ibu, pebisnis, sampai figur publik tentu bukan perkara mudah untuk pengidap ADHD. Untungnya, Paris menemukan cara dan perawatan yang tepat untuk mengontrol gejalanya.

Salah satu rutinitas yang membantunya adalah pakai obat perangsang sistem saraf pusat yang diminum pada malam hari, jadi saat bangun pagi pikiran sudah siap dan lebih terorganisir untuk menghadapi hari. Dengan sistem dan manajemen waktu yang tepat, dia bisa lebih fokus menjalani peran sebagai ibu sekaligus pengusaha.

Menurut psikolog Justin A. Barterian, penanganan ADHD memang bisa terbantu lewat obat stimulan yang tepat, ditambah terapi perilaku kognitif (CBT) untuk melatih kemampuan organisasi, perencanaan, dan manajemen waktu. Jadi, gejala seperti susah fokus atau impulsif bisa jauh lebih terkontrol.

Jangan Biarkan Stigma Menjatuhkanmu!

Paris juga dengan tegas menyuarakan soal pentingnya menghapus stigma negatif tentang ADHD. Seringkali orang dengan ADHD dituduh pemalas, padahal itu murni gangguan yang pengaruh ke tingkat motivasi dan fokus mereka.

Menurutnya, ADHD justru jadi rahasia di balik jiwa inovatifnya dalam berbisnis, membuat musik, dan melihat dunia.

Pesan penting dari Paris buat kamu yang sedang berjuang dengan ADHD: jangan terlalu keras sama diri sendiri! Tak ada yang salah sama kamu, itu cuma cara kerja otak yang memang beda. Yuk, rangkul keunikan diri sendiri dan jadikan itu sebagai inspirasi untuk terus berkarya!

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya