JAKARTA - Selebritas dunia Paris Hilton baru-baru ini curhat soal pengalamannya didiagnosis menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) saat sudah dewasa. Bukan merasa down, dia justru menganggap kondisi tersebut sebagai sumber "pancaran kreatif" alias creative sparkle dalam hidupnya.
Waktu masih kecil dan sekolah, Paris sempat merasa jadi anak yang paling disalahpahami. Betapa susahnya untuk dia sekadar fokus duduk tenang di kelas.
"Waktu sekolah itu rasanya berat banget. Padahal udah berusaha dan belajar keras, tapi tetap aja susah fokus," cerita Paris, dikutip dari Healthline, Rabu (9/9/2026).
Oleh karena itu, dia sering dapat hukuman cuma karena cara kerja otaknya memang beda dari anak-anak lain. Orang-orang di sekitarnya sering menghakiminya dengan label malas dan tak mau berusaha.
Tapi, segalanya berubah saat dia akhirnya tahu kalau dirinya punya ADHD. Rasanya seperti beban berat di pundak langsung terangkat begitu saja. Dia jadi paham kenapa selama ini hidupnya terasa berbeda, dan dia jadi sadar kalau tak hanya dia di dunia ini yang mengidap ADHD.
Punya aktivitas padat, mulai dari jadi ibu, pebisnis, sampai figur publik tentu bukan perkara mudah untuk pengidap ADHD. Untungnya, Paris menemukan cara dan perawatan yang tepat untuk mengontrol gejalanya.
Salah satu rutinitas yang membantunya adalah pakai obat perangsang sistem saraf pusat yang diminum pada malam hari, jadi saat bangun pagi pikiran sudah siap dan lebih terorganisir untuk menghadapi hari. Dengan sistem dan manajemen waktu yang tepat, dia bisa lebih fokus menjalani peran sebagai ibu sekaligus pengusaha.