Jadi, air dingin dan air suhu ruang sama-sama dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Selain air dingin dan air suhu ruang, sebagian orang memilih air hangat karena dianggap lebih nyaman, terutama pada pagi atau malam hari.
Tidak ada masalah mengonsumsi air hangat selama suhunya tidak terlalu tinggi. Namun, klaim bahwa air hangat secara khusus dapat "mendetoksifikasi" tubuh atau membersihkan sistem pencernaan belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Yang justru perlu diperhatikan adalah suhu minuman. Mengonsumsi minuman yang sangat panas secara rutin dapat meningkatkan risiko masalah pada kerongkongan.
Intinya, air yang diminum secara cukup dan rutin jauh lebih penting daripada suhunya.
(Agustina Wulandari )