100 Tahun Rahmi Hatta dan Warisan Fashion Perempuan Indonesia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 08 September 2026 16:15 WIB
100 Tahun Rahmi Hatta yang Jadi Bagian dari Sejarah (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA — Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta kembali dihadirkan ke hadapan publik dalam rangkaian peringatan satu abad kelahirannya. Tak sekadar menjadi pakaian yang dikenakan pada masanya, busana tersebut dipandang sebagai bagian dari jejak kehidupan sekaligus representasi gaya perempuan Indonesia yang elegan, sederhana, dan dekat dengan unsur budaya.

Koleksi busana Rahmi Hatta menjadi salah satu bagian menarik dalam rangkaian kegiatan Satu Abad Rahmi Hatta yang digelar Yayasan Meutia Hatta Swasono sejak Juli hingga September 2026. Fashion dipadukan dengan seni dan sejarah untuk memperkenalkan sosok Rahmi Hatta kepada generasi masa kini melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia kreatif.

Puncak rangkaian digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta melalui Fashion Performance Art “RUMAH”. Pertunjukan tersebut tidak hanya menampilkan perjalanan hidup Rahmi Hatta, tetapi juga menghadirkan kembali sejumlah koleksi busana pribadinya ke atas panggung.

Busana Rahmi Hatta Jadi Bagian dari Cerita Sejarah

Dalam pertunjukan “RUMAH”, koleksi busana pribadi Rahmi Hatta diperagakan oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.

Busana-busana tersebut ditampilkan sebagai bagian dari alur pertunjukan yang menggambarkan perjalanan Rahmi Hatta sejak masa muda, kehidupannya sebagai pendamping Mohammad Hatta, hingga kiprahnya sebagai sosok perempuan yang memiliki peran di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Gaya busana Rahmi Hatta yang dikenal elegan dan sederhana menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sentuhan budaya Indonesia pada koleksi tersebut juga memperlihatkan bagaimana busana dapat menjadi bagian dari identitas dan perjalanan seseorang.

Karena itu, koleksi tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pakaian lama yang kembali diperagakan. Setiap busana menjadi artefak yang menyimpan cerita mengenai kehidupan Rahmi Hatta sekaligus situasi sosial dan budaya pada zamannya.

Fashion Performance Art “RUMAH” disutradarai oleh dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan. Pertunjukan tersebut menggunakan konsep rumah sebagai benang merah untuk menceritakan nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan Rahmi Hatta.

Rumah tidak hanya dimaknai sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun keluarga, menanamkan nilai, membentuk karakter, dan mewariskan keteladanan kepada generasi berikutnya.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui perpaduan teater, fashion, musik, dan tari. Koleksi busana Rahmi Hatta menjadi salah satu elemen visual yang menghubungkan cerita masa lalu dengan panggung masa kini.

Pertunjukan juga menampilkan monolog yang dibawakan Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina. Dari sisi musik, sejumlah musisi lintas generasi turut tampil, di antaranya Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey.

Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat fashion dalam “RUMAH” tidak berdiri sebagai peragaan busana semata, tetapi menjadi bagian dari pertunjukan seni yang membawa penonton mengenal sosok Rahmi Hatta melalui pakaian yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.

Koleksi Rahmi Hatta Sebelumnya Dipamerkan

Eksplorasi terhadap gaya dan koleksi busana Rahmi Hatta telah dimulai sejak pembukaan rangkaian Satu Abad Rahmi Hatta.

Pada 1 Juli 2026, Yayasan Meutia Hatta Swasono menggelar Afternoon Tea Talkshow: Satu Abad Rahmi Hatta, Sebuah Legacy di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Mengangkat tema “Legacy of Rahmi Hatta: Past, Present and Future”, kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Dr. Dewi Motik, M.A., M.Si., serta Prilly Latuconsina.

Selain diskusi mengenai nilai intelektualitas, kesederhanaan, dan keteladanan Rahmi Hatta, kegiatan tersebut juga menampilkan koleksi busana pribadinya.

Koleksi tersebut kemudian diperagakan oleh Puteri Indonesia dan Abang None Jakarta Pusat melalui fashion presentation. Busana lama dipresentasikan dengan sentuhan kontemporer, tetapi tetap mempertahankan nilai sejarah dan unsur budaya yang melekat pada koleksi tersebut.

Jika pada kegiatan pembuka koleksi busana diperkenalkan melalui fashion presentation, pertunjukan “RUMAH” membawanya ke dalam konteks cerita yang lebih luas.

Penghadiran kembali busana Rahmi Hatta memperlihatkan bahwa fashion dapat menjadi salah satu cara untuk membaca perjalanan sejarah. Pakaian tidak hanya berkaitan dengan tren dan penampilan, tetapi juga dapat merekam karakter, kebiasaan, nilai, serta kehidupan pemakainya.

Dalam konteks satu abad Rahmi Hatta, koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sosoknya melalui perspektif yang lebih dekat dengan generasi saat ini.

Fashion pun menjadi jembatan antara sejarah dan masa kini. Koleksi yang pernah dikenakan Rahmi Hatta pada masanya kembali hadir di panggung dengan peragaan yang lebih modern, sekaligus memperlihatkan bahwa nilai estetika dan unsur budaya dalam busana dapat terus diwariskan lintas generasi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Meutia Hatta Swasono tidak hanya mengajak masyarakat mengenang Rahmi Hatta sebagai bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga melihat warisan seorang perempuan dari berbagai sisi, termasuk melalui gaya berbusana yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya