Karena itu, koleksi tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pakaian lama yang kembali diperagakan. Setiap busana menjadi artefak yang menyimpan cerita mengenai kehidupan Rahmi Hatta sekaligus situasi sosial dan budaya pada zamannya.
Fashion Performance Art “RUMAH” disutradarai oleh dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan. Pertunjukan tersebut menggunakan konsep rumah sebagai benang merah untuk menceritakan nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan Rahmi Hatta.
Rumah tidak hanya dimaknai sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun keluarga, menanamkan nilai, membentuk karakter, dan mewariskan keteladanan kepada generasi berikutnya.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui perpaduan teater, fashion, musik, dan tari. Koleksi busana Rahmi Hatta menjadi salah satu elemen visual yang menghubungkan cerita masa lalu dengan panggung masa kini.
Pertunjukan juga menampilkan monolog yang dibawakan Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina. Dari sisi musik, sejumlah musisi lintas generasi turut tampil, di antaranya Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey.
Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat fashion dalam “RUMAH” tidak berdiri sebagai peragaan busana semata, tetapi menjadi bagian dari pertunjukan seni yang membawa penonton mengenal sosok Rahmi Hatta melalui pakaian yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.