Kain seperti bandana, kaus, kerudung, atau sapu tangan yang digunakan untuk menutupi hidung dan mulut dinilai kurang efektif dalam menyaring abu dibandingkan masker yang memang dirancang sebagai pelindung pernapasan.
Menggunakan beberapa lapis kain memang dapat meningkatkan kemampuan penyaringan. Namun, perlindungannya tetap tidak setara dengan masker yang memiliki sistem filtrasi khusus.
Hal serupa berlaku pada masker berbahan keras berbentuk mangkuk, masker modis, atau masker yang biasa digunakan pengendara motor. Jenis tersebut dapat memberikan perlindungan, tetapi secara umum kurang efektif dibandingkan masker bersertifikasi industri atau masker bedah dan belum tentu memiliki bentuk yang sesuai dengan wajah setiap orang.
Membasahi masker atau bahan kain juga bukan cara untuk meningkatkan kemampuan penyaringan terhadap abu vulkanik.
Karena itu, perlindungan sebaiknya dilakukan dengan memilih masker yang sesuai, memastikan ukurannya pas dengan wajah, dan menggunakannya dengan benar. Semakin rapat masker menutup hidung dan mulut tanpa mengganggu kenyamanan dan kemampuan bernapas, semakin kecil peluang partikel masuk melalui celah di sekitar masker.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)