JAKARTA - Kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali terulang. Kali ini, kasus tersebut terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Dari kasus tersebut, tercatat ada lebih dari 700 siswa yang mengalami keracunan.
Kasus keracunan makanan bisa terjadi kapan saja. Biasanya ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Saat makanan disimpan sembarangan, bakteri seperti E. coli, Salmonella, Campylobacter, hingga Listeria bisa tumbuh cepat dan merusak kualitas makanan tersebut.
Melansir website Kementerian Kesehatan RI, gejala keracunan makanan umumnya meliputi perut kembung, mual, muntah, hingga diare. Supaya kondisi tidak makin memburuk, ikuti beberapa langkah penanganan awal berikut:
Muntah dan diare bisa memicu dehidrasi parah. Minum air putih sedikit demi sedikit tetapi sering. Kamu juga bisa mengonsumsi minuman elektrolit atau kuah sup hangat untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Saat gejala muncul, istirahatkan dulu pencernaanmu selama beberapa jam. Setelah mulai nyaman, santap makanan yang mudah dicerna, rendah lemak, dan tidak berserat tinggi, seperti bubur, kentang rebus, pisang, atau madu. Hindari makanan pedas, berminyak, asam, serta minuman berkafein, alkohol, atau susu.