KEGIATAN padat di luar ruangan membuat tubuh kita rentan terpapar kotoran. Ada juga polusi udara yang mengintai setiap hari.
Jika membersihkan wajah dan mencuci tangan sudah menjadi gaya hidup, bagaimana dengan kebersihan rongga hidung? Pasalnya, ternyata banyak orang yang masih takut untuk mencuci hidung.

Sebagian masyarakat mungkin masih merasa enggan atau takut membayangkan sensasi mengalirkan cairan ke dalam hidung. Padahal, jika dilakukan dengan cara yang tepat, cuci hidung justru terasa nyaman dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan pernapasan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan pandangannya mengenai pentingnya kebiasaan mencuci hidung. Ia tak menampik bahwa masih banyak orang yang ragu mencoba karena dibayangi rasa takut.
“Teman-teman, siapa di sini yang pernah mencoba cuci hidung? Atau masih takut? ‘Takut sakit, Dok! Takut airnya masuk ke saluran yang salah! Takut gak aman, apalagi untuk bayi!’. Padahal, dengan teknik yang benar, cuci hidung merupakan salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung,” kata dr. Gia.
Dalam penjelasannya, dr. Gia mengibaratkan hidung layaknya sebuah penyaring udara alami yang bekerja nonstop menyaring berbagai kotoran.
“Coba bayangkan, hidung kita itu kan seperti filter udara. Setiap hari hidung menangkap debu, polusi, alergen, hingga lendir-lendir. Kalau filternya kotor dan tidak pernah dibersihkan, lama-lama fungsinya bisa kurang optimal,” jelas dia.
Ia juga meluruskan kekhawatiran masyarakat mengenai cairan yang berisiko masuk ke saluran pernapasan bagian dalam atau paru-paru. Menurutnya, mekanisme cuci hidung cukup sederhana dan aman.
“Nah, cuci hidung itu membantu membersihkan filter alami tersebut, dan tenang, larutan cuci hidung itu hanya mengalir di rongga hidung kita untuk membantu membawa keluar lendir dan partikel yang menempel. Cairannya tidak diarahkan ke paru-paru seperti yang sering dikhawatirkan,” tambah dr. Gia.
Kunci utama agar cuci hidung terasa aman dan efektif terletak pada penggunaan larutan yang tepat serta teknik yang sesuai petunjuk.
“Kuncinya adalah menggunakan teknik yang benar dan larutannya harus khusus untuk cuci hidung. Salah satunya cairan seperti hidung yang mengandung 100% sea water dengan 80 mineral alami,” papar dia.
Adapun langkah praktis untuk melakukannya di rumah cukup fleksibel dan mudah dipraktikkan. Salah satunya dengan mengikuti petunjuk penggunaan cairan pembersih hidung.
“Teman-teman posisikan kepala sesuai petunjuk penggunaan, semprotkan atau alirkan larutan ke salah satu lubang hidung, lalu biarkan keluar melalui lubang hidung lainnya atau keluar bersama lendir. Setelah itu, ulangi pada sisi satunya,” tutur dr. Gia.