JAKARTA - Belakangan ini, biji chia atau chia seed semakin populer. Biji kecil berwarna hitam ini sering ditambahkan ke smoothie bowl, overnight oats, minuman, hingga salad. Banyak pegiat gaya hidup sehat dan olahraga menganggap chia sebagai makanan super karena kaya akan serat, asam lemak omega-3, dan antioksidan.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: cara mengonsumsi chia seed juga penting. Menurut dr. Saurabh Sethi, Dokter Spesialis Gastroenterologi yang mendapat pelatihan di Stanford dan Harvard, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar manfaat chia bisa didapat tanpa menimbulkan masalah pencernaan.
Berikut cara mengonsumsi chia seed seperti yang dilansir dari The Times of India:
Kesalahan yang cukup umum adalah mengonsumsi biji chia dalam keadaan kering. Biji chia bisa menyerap air hingga sekitar 10 kali beratnya. Kalau langsung ditelan dalam keadaan kering, biji tersebut dapat mengembang di saluran pencernaan.
Akibatnya, sebagian orang bisa mengalami kembung atau sembelit. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan penyumbatan pada kerongkongan.
Karena itu, lebih baik rendam chia terlebih dahulu. Salah satu cara yang disarankan adalah merendam 1 sendok makan biji chia dalam 3–4 sendok makan air selama setidaknya 20 menit. Setelah menyerap air, chia akan berubah menjadi seperti gel sehingga lebih mudah ditoleransi tubuh.
Mengonsumsi chia seed juga perlu diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Sifat chia seed yang membuatnya mampu membentuk gel memang bermanfaat, tetapi jika tubuh kekurangan cairan, hal tersebut justru dapat memperparah sembelit. Chia menyerap air di dalam saluran pencernaan, sehingga orang yang sehari-hari memang kurang minum perlu lebih berhati-hati.
Karena itu, saat mengonsumsi chia seed, usahakan minum setidaknya satu gelas penuh air untuk setiap porsinya. Kalau kamu sudah sering mengalami sembelit, sebaiknya tingkatkan dulu asupan air harian sebelum rutin mengonsumsi chia.
Meski chia dikenal sehat, bukan berarti semakin banyak semakin baik. Dua sendok makan biji chia mengandung hampir 10 gram serat. Bagi orang yang sehari-harinya hanya mengonsumsi sedikit serat, jumlah tersebut merupakan peningkatan yang cukup besar.
Kalau asupan serat dinaikkan terlalu cepat, tubuh bisa bereaksi dengan munculnya gas, kembung, dan kram perut.
Dokter Sethi menyarankan untuk memulainya secara perlahan, misalnya 1 sendok teh per hari. Setelah itu, jumlahnya bisa ditambah sekitar 1 sendok teh setiap minggu hingga mencapai sekitar 1–2 sendok makan per hari.
Biji chia mengandung asam lemak omega-3 jenis ALA yang memiliki efek ringan terhadap pembekuan darah. Bagi kebanyakan orang, hal ini bukan masalah. Namun, bagi orang yang mengonsumsi warfarin atau obat antikoagulan lainnya, konsumsi chia dalam jumlah besar secara rutin berpotensi memengaruhi proses pembekuan darah.
Jadi, kalau kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjadikan chia sebagai bagian rutin dari pola makan.
Biji chia memang bisa menjadi tambahan yang baik untuk pola makan, terutama karena kandungan serat dan nutrisinya. Namun, cara mengonsumsinya tetap perlu diperhatikan.
Yang paling penting, rendam chia sebelum dikonsumsi, cukup minum air, tingkatkan jumlahnya secara bertahap, dan konsultasikan dengan dokter jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
(Agustina Wulandari )