"Kenapa TB paru menular? Karena gejalanya batuk. Bersamaan dengan batuk, selain keluar droplet, juga keluar kuman TB-nya. Itulah yang kemudian dihirup oleh orang sekitarnya sehingga orang tersebut menjadi tertular," terangnya.
Sebaliknya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan jika berhadapan dengan kasus TB ekstra paru atau TB yang menyerang organ di luar paru-paru. Jenis TB ini tidak berpotensi menularkan kuman ke orang lain karena posisi bakteri terisolasi di dalam organ tubuh tersebut.
"Tapi kalau TB di luar paru, seperti TB tulang, tidak menular. TB otak, tidak menular. TB usus, tidak menular. TB di organ yang di luar paru tidak menular, termasuk TB di pleura. Pleura itu adalah selaput pembungkus paru. Tapi dia tetap di luar paru," kata Prof. Erlina.
Pemahaman yang tepat mengenai cara penularan ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif dan rasa takut berlebihan terhadap penderita TB di lingkungan sosial.
"Tapi kalau TB otak, TB tulang, TB usus, kumannya nggak bisa keluar. Mudah-mudahan dipahami sehingga tidak terlalu takut dengan penularan TB. Ya, yang menular siapa tadi? TB paru," tuturnya.
(Agustina Wulandari )