JAKARTA - Penyakit Tuberkulosis (TB) masih seringkali memicu kepanikan di tengah masyarakat karena sifatnya yang dikenal mudah menular. Namun, apakah semua jenis TB memiliki tingkat penularan yang sama?
Dokter Spesialis Paru, Prof. Erlina Burhan dalam unggahan video di akun Instagramnya memberikan penjelasannya untuk meluruskan pemahaman publik mengenai penularan penyakit ini.
Prof. Erlina menegaskan bahwa TB memang penyakit menular, tetapi risiko penularannya sangat bergantung pada organ tubuh mana yang terinfeksi. Mayoritas kasus di Indonesia menyerang organ pernapasan utama yaitu paru-paru yang menjadi sumber utama penularan.
"TB itu penyakit menular, setuju ya? Dari awal kita udah mengatakan bahwa TB itu penyakit menular. Tapi yang menular adalah sebenarnya yang TB paru, yang 80 persen dari sakit TB orang-orang TB di Indonesia ini umumnya paru. Nah, inilah yang menular," kata Prof. Erlina, dikutip Jumat (21/8/2026).
Penularan TB paru terjadi secara spesifik melalui udara saat penderita mengalami gejala klinis tertentu. Aktivitas alami tubuh seperti batuk menjadi media utama yang menyebarkan kuman ke udara sekitar.
"Kenapa TB paru menular? Karena gejalanya batuk. Bersamaan dengan batuk, selain keluar droplet, juga keluar kuman TB-nya. Itulah yang kemudian dihirup oleh orang sekitarnya sehingga orang tersebut menjadi tertular," terangnya.
Sebaliknya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan jika berhadapan dengan kasus TB ekstra paru atau TB yang menyerang organ di luar paru-paru. Jenis TB ini tidak berpotensi menularkan kuman ke orang lain karena posisi bakteri terisolasi di dalam organ tubuh tersebut.
"Tapi kalau TB di luar paru, seperti TB tulang, tidak menular. TB otak, tidak menular. TB usus, tidak menular. TB di organ yang di luar paru tidak menular, termasuk TB di pleura. Pleura itu adalah selaput pembungkus paru. Tapi dia tetap di luar paru," kata Prof. Erlina.
Pemahaman yang tepat mengenai cara penularan ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif dan rasa takut berlebihan terhadap penderita TB di lingkungan sosial.
"Tapi kalau TB otak, TB tulang, TB usus, kumannya nggak bisa keluar. Mudah-mudahan dipahami sehingga tidak terlalu takut dengan penularan TB. Ya, yang menular siapa tadi? TB paru," tuturnya.
(Agustina Wulandari )