Khasiat Tomat untuk Orang yang Menderita Liver

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 17:20 WIB
Khasiat Tomat untuk Orang yang Menderita Liver (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Tomat menjadi salah satu bahan makanan yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan hati. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi tomat secara rutin selama beberapa pekan berkaitan dengan berkurangnya kadar lemak di hati pada orang yang mengalami penyakit hati terkait disfungsi metabolik atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).

Tomat diketahui mengandung likopen dan beta-karoten. Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melawan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, demikian dilansir dari laman Prevention.

MASLD merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam hati yang berkaitan dengan gangguan metabolisme. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dengan berat badan berlebih, diabetes, kadar kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi.

Masalahnya, MASLD kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH), yang kemudian berisiko menyebabkan kerusakan hati lebih serius, termasuk sirosis dan gagal hati.

Perubahan pola makan dan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi hati. Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nutrients, tomat turut diteliti sebagai salah satu makanan yang berpotensi mendukung kesehatan organ tersebut.

Konsumsi Tomat Selama Enam Minggu

Dalam penelitian tersebut, peserta dengan MASLD dibagi menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok diminta mengonsumsi tomat mentah dan saus tomat setiap hari. Jumlahnya kurang lebih setara dengan satu tomat berukuran besar ditambah beberapa sendok makan saus tomat.

Sementara itu, kelompok lainnya menjalani pola makan tanpa tomat selama periode penelitian.

Setelah enam minggu, peneliti kembali mengevaluasi kondisi hati para peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi tomat mengalami penurunan jumlah lemak hati yang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi tomat.

Temuan tersebut menarik perhatian karena perubahan tersebut tidak disertai penurunan berat badan maupun perubahan komposisi tubuh yang berarti.

Menurut Nadege Gunn, dokter spesialis hepatologi bersertifikat sekaligus kepala medis bidang hepatologi dan kedokteran obesitas di Iterative Health, hasil tersebut mengindikasikan bahwa manfaat yang ditemukan tidak semata-mata berasal dari berkurangnya asupan makanan atau berat badan.

Likopen Berperan dalam Kesehatan Hati

Salah satu kandungan utama tomat yang banyak dikaitkan dengan manfaat kesehatan adalah likopen. Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang juga memiliki sifat antiinflamasi.

Likopen diduga dapat membantu fungsi hati melalui beberapa mekanisme. Di antaranya dengan memengaruhi pembentukan lemak baru, membantu proses pemecahan lemak, serta mengurangi jumlah lemak yang masuk ke hati dari aliran darah.

Selain likopen, tomat juga mengandung beta-karoten yang dapat membantu tubuh menghadapi stres oksidatif.

Cara mengonsumsi tomat juga dapat memengaruhi penyerapan kandungannya. Tomat yang dimasak, misalnya, dapat membuat likopen lebih mudah diserap tubuh. Sementara itu, tomat segar tetap menyediakan sejumlah zat gizi yang sensitif terhadap panas.

Karena itu, mengombinasikan tomat segar dan tomat yang telah dimasak dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan sehari-hari.

Bukan Satu-satunya Makanan untuk Menjaga Hati

Meski penelitian tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan, tomat bukan satu-satunya makanan yang dapat mendukung kesehatan hati. Pola makan secara keseluruhan tetap memiliki peran penting.

Stacey Woodson, ahli gizi terdaftar sekaligus pemilik The Earth-Centered Dietitian, mengatakan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Selain tomat, makanan kaya serat seperti sayuran dan buah berwarna-warni, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta biji-bijian juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan hati.

Mengurangi konsumsi gula berlebih juga penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko gangguan metabolisme.

Dengan demikian, konsumsi tomat dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan seimbang. Namun, bagi orang yang telah didiagnosis mengalami penyakit hati, perubahan pola makan sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter atau ahli gizi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya