JAKARTA — Rasa nyeri pada buah zakar setelah berhubungan seks bisa membuat pria khawatir, terlebih jika keluhan muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari tekanan akibat gairah seksual, aktivitas yang terlalu intens, hingga gangguan medis tertentu yang membutuhkan penanganan.
Pada sebagian kasus, rasa tidak nyaman dapat mereda dengan sendirinya setelah beristirahat. Namun, nyeri yang terasa berat, muncul mendadak, atau disertai pembengkakan sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.
Lantas, apa saja penyebab buah zakar terasa sakit setelah berhubungan seks dan bagaimana cara mengatasinya?
Melansir laman Hims, beberapa kondisi dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman pada testis setelah aktivitas seksual. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda-beda, tergantung penyebabnya.
1. Tekanan akibat gairah seksual atau "Blue Balls"
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kondisi yang kerap disebut blue balls. Keluhan ini dapat muncul ketika pria mengalami rangsangan seksual dalam waktu cukup lama tetapi tidak mengalami ejakulasi.
Selama gairah seksual meningkat, aliran darah menuju area genital bertambah. Setelah rangsangan berhenti, perubahan aliran darah tersebut dapat menimbulkan sensasi penuh, berat, atau nyeri tumpul pada testis.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah tubuh kembali rileks. Meski demikian, istilah medis dan mekanisme blue balls sendiri masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
2. Faktor Psikologis
Tidak semua nyeri pada area testis disebabkan oleh gangguan fisik. Faktor psikologis juga dapat berperan dalam munculnya atau memperburuk rasa sakit, terutama pada pria yang mengalami nyeri panggul.
Stres, kecemasan, depresi, masalah dalam hubungan, hingga pengalaman traumatis dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap rasa nyeri.
Karena itu, jika keluhan berlangsung berulang dan tidak ditemukan penyebab fisik yang jelas, faktor psikologis juga perlu dipertimbangkan.
3. Prostatitis
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi dan sering berkaitan dengan gangguan pada saluran kemih.
Selain nyeri saat atau setelah ejakulasi, prostatitis dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian bawah perut atau panggul. Gejala lain yang mungkin muncul adalah sering buang air kecil, rasa terbakar ketika buang air kecil, serta demam dan menggigil apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri.
Rasa sakit akibat prostatitis juga dapat terasa hingga area penis, panggul, atau skrotum.
4. Orkitis
Orkitis adalah peradangan yang terjadi pada salah satu atau kedua testis. Penyebabnya dapat berupa infeksi virus maupun bakteri, termasuk beberapa infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Gejala yang dapat muncul antara lain testis membengkak, terasa nyeri, lebih sensitif saat disentuh, dan terasa tidak nyaman. Keluhan tersebut juga dapat bertambah setelah melakukan aktivitas seksual atau buang air kecil.
5. Epididimitis
Epididimitis terjadi ketika epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berfungsi dalam proses pematangan serta penyimpanan sperma, mengalami peradangan.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada skrotum, termasuk rasa sakit yang terasa lebih kuat ketika ejakulasi. Pada pria yang lebih muda, epididimitis sering berkaitan dengan infeksi menular seksual, termasuk klamidia dan gonore.
Sementara pada pria yang lebih tua, bakteri seperti Escherichia coli juga dapat menjadi salah satu penyebab.
6. Torsi Testis
Torsi testis merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika korda spermatika terpelintir sehingga aliran darah menuju testis terganggu.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri testis yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat kuat. Gejala lain dapat berupa pembengkakan skrotum, mual, muntah, atau posisi salah satu testis yang tampak lebih tinggi atau berbeda dari biasanya.
Meskipun jarang, torsi testis dapat terjadi setelah aktivitas fisik, termasuk hubungan seksual. Jika muncul nyeri testis mendadak dan hebat, segera cari pertolongan medis.
7. Cedera atau Aktivitas Seksual yang Terlalu Intens
Hubungan seksual yang terlalu intens atau berlangsung dengan gerakan yang kasar dapat memberikan tekanan pada otot dan jaringan di sekitar selangkangan.
Akibatnya, pria dapat merasakan nyeri atau pegal sementara pada area testis. Cedera yang lebih serius juga berpotensi memengaruhi saraf atau pembuluh darah di sekitar organ reproduksi.
8. Varikokel
Varikokel merupakan kondisi ketika pembuluh darah di dalam skrotum mengalami pelebaran. Kondisi ini terkadang menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul pada testis.
Peningkatan aliran darah ketika terangsang secara seksual serta aktivitas fisik selama hubungan seksual dapat membuat keluhan terasa lebih jelas pada sebagian pria.
9. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar testis. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan nyeri berat, tetapi pembesaran skrotum dan tekanan di area tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
Hidrokel dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, seperti kelainan bawaan, infeksi, cedera, atau gangguan tertentu pada testis.
Jika rasa sakit tergolong ringan dan hanya sesekali muncul, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Beristirahat dan menggunakan kompres dingin. Kompres dingin yang dibungkus kain dapat ditempelkan pada skrotum untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman. Hindari menempelkan es secara langsung ke kulit.
Mengonsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau parasetamol, dapat digunakan sesuai aturan pakai dan kondisi kesehatan masing-masing.
Mandi air hangat. Air hangat dapat membantu membuat otot di sekitar panggul menjadi lebih rileks sehingga rasa tidak nyaman ringan dapat berkurang.
Mencukupi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih dan mengurangi risiko beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan nyeri panggul.
Ejakulasi. Jika rasa tidak nyaman berkaitan dengan gairah seksual yang tidak diikuti ejakulasi, ejakulasi dapat membantu sebagian pria mengurangi sensasi penuh atau tekanan pada testis.
Meski demikian, jangan menganggap semua nyeri testis sebagai blue balls. Jika penyebabnya tidak jelas atau keluhan terus berulang, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Nyeri testis yang ringan dan cepat menghilang belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan apabila nyeri terasa berat, muncul mendadak, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala lain.
Segera cari pertolongan medis jika nyeri disertai pembengkakan yang signifikan, mual dan muntah, demam, perubahan posisi testis, darah dalam urine, atau kesulitan buang air kecil.
Khusus nyeri yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat, jangan menunggu hingga gejala mereda karena kondisi seperti torsi testis membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebabnya?
Untuk mengetahui penyebab nyeri, dokter biasanya akan menanyakan kapan keluhan muncul, seberapa berat rasa sakit, apakah berkaitan dengan ejakulasi, serta apakah terdapat gejala lain.
Pemeriksaan fisik pada area skrotum dan selangkangan juga dapat dilakukan. Berdasarkan kondisi pasien, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes urine, pemeriksaan infeksi menular seksual, atau ultrasonografi skrotum.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter membedakan penyebab yang relatif ringan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)