Meskipun jarang, torsi testis dapat terjadi setelah aktivitas fisik, termasuk hubungan seksual. Jika muncul nyeri testis mendadak dan hebat, segera cari pertolongan medis.
7. Cedera atau Aktivitas Seksual yang Terlalu Intens
Hubungan seksual yang terlalu intens atau berlangsung dengan gerakan yang kasar dapat memberikan tekanan pada otot dan jaringan di sekitar selangkangan.
Akibatnya, pria dapat merasakan nyeri atau pegal sementara pada area testis. Cedera yang lebih serius juga berpotensi memengaruhi saraf atau pembuluh darah di sekitar organ reproduksi.
8. Varikokel
Varikokel merupakan kondisi ketika pembuluh darah di dalam skrotum mengalami pelebaran. Kondisi ini terkadang menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul pada testis.
Peningkatan aliran darah ketika terangsang secara seksual serta aktivitas fisik selama hubungan seksual dapat membuat keluhan terasa lebih jelas pada sebagian pria.
9. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar testis. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan nyeri berat, tetapi pembesaran skrotum dan tekanan di area tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
Hidrokel dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, seperti kelainan bawaan, infeksi, cedera, atau gangguan tertentu pada testis.
Jika rasa sakit tergolong ringan dan hanya sesekali muncul, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Beristirahat dan menggunakan kompres dingin. Kompres dingin yang dibungkus kain dapat ditempelkan pada skrotum untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman. Hindari menempelkan es secara langsung ke kulit.
Mengonsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau parasetamol, dapat digunakan sesuai aturan pakai dan kondisi kesehatan masing-masing.