JAKARTA - Seiring hebohnya film terbaru Spiderman - Brand New Day, pastinya aktor Tom Holland selalu jadi topik obrolan yang hangat. Sebelumnya, dia pernah bercerita kalau targetnya adalah bikin kostum superhero ini dengan otot asli, tanpa mau bergantung pada bantalan bahu atau efek komputer (CGI).
Buat membentuk tubuhnya, ia melakukan rutinitas latihan yang mungkin terlihat simpel, tapi ini benar-benar menguji daya tahan dan kebugaran fisik. Yuk, intip apa saja yang dilakukan Tom untuk membentuk body-nya ala superhero seperti yang dilansir dari The Standard.
Untuk membentuk massa otot, Tom biasanya melakukan sirkuit ala CrossFit selama 20 menit. Dia mengulang gerakan tanpa henti dalam waktu yang sudah ditentukan.
Latihan ini butuh timer 20 menit, lalu harus menyelesaikan sebanyak mungkin ronde: 5 pull-up, 10 push-up, dan 15 squat (berjongkok pakai berat badan sendiri) tiap rondenya. Sambil tetap menjaga postur tubuh yang benar, total ronde dan repetisi yang berhasil kita selesaikan dalam 20 menit itu bakal jadi skor akhirnya.
Walaupun pull-up lumayan susah buat banyak pemula, latihannya bisa disesuaikan secara fleksibel dengan tingkat kebugaranmu. Asal tetap ada gerakan "dorong, tarik, dan jongkok", pemula bisa mengganti pull-up dengan gerakan menarik menggunakan pintu (doorway rows) atau barbel (bent-over dumbbell rows).
Lalu, push-up bisa diganti dengan push-up lutut atau push-up di dinding, dan squat bisa diganti dengan latihan duduk ke berdiri. Waktunya juga bisa dikurangi jadi 5 atau 10 menit dulu buat awalan, lalu perlahan dinaikkan.
Rekor terbaik Tom Holland buat latihan ini adalah 27 ronde. Kalau dilakukan dengan kecepatan seperti itu, latihannya bakal pelan-pelan berubah jadi tes daya tahan kardio yang secara drastis meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Banyak penggemar CrossFit memakai teknik kipping pull-up (mengayunkan badan) buat menghemat energi demi mengejar jumlah ronde yang lebih tinggi.
Buat pengunjung gym biasa, menyelesaikan lebih dari 10 ronde dalam waktu 20 menit itu bisa dikatakan luar biasa. Walaupun detak jantung orang biasa mungkin tidak akan sampai ke tingkat ekstrem, latihan ini tetap merangsang otot dada, punggung, lengan, bahu, dan kaki secara mendalam.
Seiring berjalannya waktu dan repetisi yang makin menumpuk, otot bakal kelelahan dan terasa pegal. Dengan nutrisi yang pas dan istirahat setelah latihan, daya tahan serta pertumbuhan otot bisa meningkat secara efektif, yang pastinya membantu membentuk fisik yang proporsional dan kencang.
(Agustina Wulandari )