JESSICA Mila akhirnya buka suara soal polemik liburannya bersama keluarga di Labuan Bajo yang ramai disorot. Sebelumnya, liburan tersebut menjadi perbincangan karena informasi penutupan pelayaran wisata ke sejumlah kawasan akibat cuaca buruk.
Lewat unggahan di Threads, Jessica menegaskan dirinya dan keluarga tidak pernah mengetahui adanya larangan berlayar ke Pulau Padar sebelum perjalanan dilakukan. Jessica mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam perjalanan tersebut.
Terlebih, Jessica mengatakan bahwa dirinya membawa anaknya, Kyarra, serta anak-anak lain yang ikut dalam rombongan. Menurut Jessica, keputusan mengenai rute perjalanan sepenuhnya diserahkan kepada kapten kapal yang membawa mereka.
“Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal,” tulis Jessica.
Jessica juga mengaku tidak mendapat informasi dari kapten mengenai adanya larangan untuk berlayar menuju Pulau Padar. Jessica menyebut kondisi di lapangan juga tidak membuatnya maupun keluarga curiga.
Saat itu, Jessica melihat masih ada kapal lain dan wisatawan yang bersandar serta naik ke Pulau Padar.
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari kapten bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar,” katanya.
Jessica memastikan dirinya tidak akan mengambil risiko apabila sejak awal mengetahui adanya larangan berlayar karena kondisi cuaca. Ia bahkan membantah tudingan bahwa dirinya dan keluarga telah mengetahui surat edaran mengenai larangan tersebut, tetapi tetap memaksakan perjalanan.
“Seandainya kami tau bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat,” ujarnya.
Jessica juga mengaku memahami kekecewaan wisatawan maupun agen perjalanan yang harus menunda pelayaran akibat adanya surat edaran terkait cuaca buruk. Namun, ia menegaskan tudingan bahwa dirinya sengaja mengabaikan larangan tersebut tidak benar.
Di akhir klarifikasinya, Jessica justru menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dari pihak kapal kepada penumpang. Menurutnya, pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran bagi para pemangku kepentingan, terutama kapten kapal, agar memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi perjalanan.
“Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” tulisnya.
(Djanti Virantika)