JAKARTA - Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, mulai dari merokok, mengonsumsi makanan dan minuman manis, hingga jarang berolahraga, ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung pada Generasi Z (Gen Z). Jika berlangsung dalam jangka panjang, pola hidup tersebut dapat memicu berbagai penyakit yang menjadi faktor risiko penyakit jantung hingga gagal jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, melalui edukasi di akun Instagram pribadinya mengungkap sejumlah kebiasaan anak muda yang berpotensi meningkatkan risiko masalah jantung dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Salah satu kebiasaan yang disoroti adalah merokok. Menurutnya, penggunaan rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape) pada usia muda dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pembuluh darah.
"Merokok itu warisan kuno generasi milenial dan di atasnya. Tidak ada manfaatnya, melainkan memicu kecanduan dan merusak pembuluh darah jantung. Ngevape pun bukan berarti lebih aman, karena yang dibutuhkan tubuh hanyalah udara bersih," ujar dr. Bobby.
Selain rokok, pola makan Gen Z juga menjadi perhatian. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan jantung.
"Gen Z yang hobi makan dan minum manis, tiap hari harus ada yang manis-manis. Konsumsi gula yang melebihi batas rekomendasi harian (maksimal 50 gram/hari) membuat kita berisiko terkena diabetes. Diabetes inilah yang meningkatkan risiko sakit jantung di kemudian hari," tuturnya.