Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari warganet. Namun, sejumlah komentar yang diduga berasal dari oknum dokter dan tenaga kesehatan justru menuai sorotan karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi pasien.
Kasus tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan kematian Yurizal dengan lamanya proses mendapatkan kamar rawat inap. KKI sendiri tengah melakukan penelusuran untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran etika, disiplin profesi, maupun ketentuan hukum dalam kasus tersebut.
Setelah kasus menjadi viral, sejumlah tenaga kesehatan yang turut menjadi sorotan juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka di antaranya dr. Benny Christian Sihombing, dr. Elda Putri Rahardini, serta tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika dan Norma Zahara.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)