JAKARTA – Banyak orang menganggap jamu, obat pereda nyeri, hingga suplemen vitamin aman dikonsumsi karena mudah diperoleh dan sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Namun, dokter mengingatkan bahwa penggunaan obat maupun produk herbal secara sembarangan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan medis.
Di Indonesia, konsumsi jamu tradisional dan obat-obatan bebas memang telah lama menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Produk-produk tersebut sering digunakan untuk meredakan pegal linu, mengatasi nyeri, hingga menjaga daya tahan tubuh.
Meski demikian, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hamidah, mengingatkan bahwa penggunaan obat, herbal, maupun jamu tanpa memperhatikan dosis dan anjuran tenaga medis dapat membahayakan fungsi ginjal. Hal itu disampaikannya dalam podcast bersama Dokter Spesialis Andrologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Jefry Tribowo, yang diunggah di kanal YouTube miliknya.
"Kebiasaan nomor empat mungkin dari obat, herbal, atau mungkin jamu-jamuan. Kalau dikonsumsi secara sembarangan tanpa anjuran dokter, tanpa pengawasan dokter," kata dr. Hamidah.
Ia menjelaskan bahwa ginjal berfungsi menyaring darah sekaligus membuang sisa metabolisme dan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh melalui urine. Jika suatu zat dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai kondisi kesehatan seseorang, beban kerja ginjal akan meningkat sehingga berisiko menimbulkan peradangan maupun penurunan fungsi organ tersebut.