JAKARTA - Belakangan ini skin detox atau detoks wajah sering seliweran di media sosial. Mulai dari masker wajah, diet jus, sampai teh khusus, banyak produk yang diklaim mampu membuang racun dari dalam kulit dan membuat wajah lebih mulus.
Pertanyaannya, apakah detoks wajah ini benar-benar ada secara medis atau sekadar trik pemasaran saja? Yuk bahas faktanya yang telah dilansir dari Healthline.
Fakta yang mungkin akan membuatmu kaget, dari sudut pandang medis, tak ada yang namanya detoks wajah! Pekerjaan mengeluarkan racun (toksin) dari dalam tubuh adalah tugas utama ginjal, hati, paru-paru, dan usus besar. Jadi, klaim yang mengatakan bahwa racun bisa ditarik keluar lewat pori-pori kulit itu kurang tepat.
Kalau racun tak bisa keluar lewat kulit, lalu apa maksud ahli kecantikan saat berbicara soal detoks kulit? Menurut para ahli kulit (dermatolog), detoks kulit lebih mengarah pada langkah untuk melindungi permukaan kulit dari racun lingkungan luar, seperti polusi dan sinar ultraviolet (UV).
Selain itu, detoks kulit juga bisa berarti memberi jeda pada wajah dengan menghentikan pemakaian produk perawatan kulit (skincare) yang membuat kulit iritasi, agar kulit punya waktu untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Banyak produk, seperti charcoal mask atau masker tanah liat, yang menjanjikan efek detoks. Sebenarnya, yang dilakukan produk-produk tersebut hanyalah membersihkan kotoran, sisa sebum (minyak), dan sel kulit mati dari permukaan wajahmu, bukan menyedot racun dari dalam tubuh. Untuk kamu yang punya kulit sensitif, berhati-hatilah, karena beberapa produk berlabel "detoks" justru bisa memicu iritasi dan membuat kulit kemerahan.
Daripada menghabiskan uang untuk teh atau suplemen detoks yang belum terbukti secara ilmiah, lebih baik lakukan langkah-langkah nyata yang sudah didukung oleh sains berikut ini:
Detoksifikasi wajah sebenarnya hanyalah istilah tren saja. Kulit yang sehat dan terawat didapatkan dari gaya hidup sehat dan rutinitas yang konsisten, bukan dari solusi instan. Kalau kamu masih punya masalah kulit yang sulit hilang, langkah terbaik adalah berkonsultasi langsung dengan dokter kulit, ya!
(Agustina Wulandari )