JAKARTA - Selebgram Amanda Zahra menjadi sorotan publik setelah mengaku mengalami body shaming yang diduga dilakukan oleh seorang dokter kecantikan di klinik yang pernah ia kunjungi. Curhatan tersebut dibagikan melalui Instagram Stories dan langsung ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam tangkapan layar yang viral di platform X, Amanda menyinggung adanya dokter klinik kecantikan yang melakukan public shaming terhadap pasien yang menjalani perawatan estetika.
“Sebagai pasien dan customer pasti nggak nyaman banget kan mau treatment di klinik kecantikan biar lebih cantik, terus ternyata dokternya suka publicly shaming orang yang treatment dan dikatain ‘muka unoriginal’ di akun publik yang bahkan di bio dan foto profilnya jelas bekerja di mana,” tulis Amanda.
Unggahan tersebut merupakan tanggapan Amanda terhadap postingan yang diduga dibuat oleh dokter yang bersangkutan. Amanda juga membagikan ulang isi unggahan tersebut melalui Instagram Stories miliknya.
Dalam postingan yang diduga milik dokter tersebut, terdapat komentar bernada merendahkan dan menyinggung kondisi fisik Amanda, termasuk penggunaan istilah “muka unoriginal” yang sebelumnya disorot Amanda.
“Maaf nih ya sekali lagi maaf, para pemuja AZ. Kalau dia foto dari tampak bawah dan memamerkan pabrik susunya hanya untuk menjadi tontonan khalayak ramai, dengan muka full unoriginal, dan masih dipuja dan disanjung, padahal kita semua tahu ‘arahnya perempuan ini ke mana’. Pada kebuka nggak sih mata kalian?” demikian isi unggahan yang ditanggapi Amanda.
Lebih lanjut, Amanda mengaku sebenarnya sudah terbiasa menghadapi komentar negatif mengenai fisiknya. Namun, kali ini ia merasa ironis karena komentar tersebut diduga datang dari seorang dokter yang bekerja di bidang estetika.
“Poin lainnya aku nggak terlalu peduli. Aku sudah berurusan dengan objektifikasi dan pelecehan sepanjang hidupku. Meskipun hal-hal tersebut jelas tidak dapat diterima, itu bukan hal baru bagi saya. Tetapi bekerja di bidang kedokteran estetika dan mempermalukan wanita di depan umum karena memilih perawatan estetika yang dianggap mereka jalani adalah hal yang paling tidak ironis,” ungkap Amanda.
Akibat kejadian tersebut, Amanda mengaku enggan kembali ke klinik tempat dokter itu bekerja, meskipun ia merasa cocok dengan layanan dan fasilitas yang tersedia.
“Aku pribadi nggak bakal betah balik ke sana. Walaupun aku suka kliniknya, treatment-nya, bahkan dokter yang menangani aku pun nggak bermasalah, tapi nggak banget mau cantik malah dijulidin sama dokternya,” tambahnya.
Selebgram dengan lebih dari satu juta pengikut itu juga menekankan pentingnya ruang aman bagi perempuan untuk menentukan pilihan terkait penampilan tanpa harus dihakimi, terlebih oleh tenaga profesional yang menyediakan layanan kecantikan.
“Aku nggak pernah banget yapping di akun utama begini, tapi aku percaya wanita berhak merasa aman dan tidak malu atas pilihan yang mereka ambil, terutama oleh dokter yang justru menyediakan jasa tersebut,” pungkas Amanda.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)