“Poin lainnya aku nggak terlalu peduli. Aku sudah berurusan dengan objektifikasi dan pelecehan sepanjang hidupku. Meskipun hal-hal tersebut jelas tidak dapat diterima, itu bukan hal baru bagi saya. Tetapi bekerja di bidang kedokteran estetika dan mempermalukan wanita di depan umum karena memilih perawatan estetika yang dianggap mereka jalani adalah hal yang paling tidak ironis,” ungkap Amanda.
Akibat kejadian tersebut, Amanda mengaku enggan kembali ke klinik tempat dokter itu bekerja, meskipun ia merasa cocok dengan layanan dan fasilitas yang tersedia.
“Aku pribadi nggak bakal betah balik ke sana. Walaupun aku suka kliniknya, treatment-nya, bahkan dokter yang menangani aku pun nggak bermasalah, tapi nggak banget mau cantik malah dijulidin sama dokternya,” tambahnya.
Selebgram dengan lebih dari satu juta pengikut itu juga menekankan pentingnya ruang aman bagi perempuan untuk menentukan pilihan terkait penampilan tanpa harus dihakimi, terlebih oleh tenaga profesional yang menyediakan layanan kecantikan.
“Aku nggak pernah banget yapping di akun utama begini, tapi aku percaya wanita berhak merasa aman dan tidak malu atas pilihan yang mereka ambil, terutama oleh dokter yang justru menyediakan jasa tersebut,” pungkas Amanda.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)