JAKARTA - Tentu wajar kalau orang tua merasa cemas saat melihat si kecil belum bicara sebanyak teman-teman sebayanya. Pertanyaan yang sering terlintas di benak orang tua biasanya, "Apakah ini sekadar telat bicara (speech delay) biasa, atau ada kaitannya dengan autisme?"
Memahami perbedaan antara autisme dan telat bicara itu sangat penting, lho. Tujuannya supaya orang tua bisa mencari evaluasi dan penanganan yang paling tepat untuk anak. Yuk, simak perbedaan keduanya yang dilansir dari Capital Area Pediatrics!
Secara sederhana, telat bicara adalah kesulitan dalam perkembangan bahasa, baik saat memahami kata-kata (kemampuan reseptif) maupun saat merangkai kata untuk berkomunikasi (kemampuan ekspresif). Anak yang sekadar telat bicara biasanya tetap punya kemampuan sosial, bahasa tubuh, dan pola perilaku yang sesuai dengan usianya.
Di sisi lain, autisme (Gangguan Spektrum Autisme) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara anak berkomunikasi secara sosial. Autisme juga ditandai dengan minat yang terbatas dan perilaku yang berulang. Walaupun banyak anak dengan autisme yang juga mengalami telat bicara, tantangan komunikasi yang mereka hadapi jauh lebih luas daripada sekadar urusan merangkai kata.
Terkadang, anak bisa mengalami keduanya secara bersamaan, atau hanya salah satunya. Karena itulah, evaluasi yang teliti sangat dibutuhkan.