Hati-Hati! Kerusakan Skin Barrier Bisa Picu Jerawat di Punggung

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 06 Juli 2026 07:10 WIB
Hati-Hati! Kerusakan Skin Barrier Bisa Picu Jerawat di Punggung (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTAJerawat di punggung sering kali dianggap muncul akibat kurang menjaga kebersihan atau produksi keringat berlebih setelah berolahraga. Padahal, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh rusaknya skin barrier atau lapisan pelindung kulit yang membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan peradangan.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, dalam podcast bersama dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi di kanal YouTube Tirta PengPengPeng.

"Jadi kan kita tahu bahwa skin barrier tuh hampir di semua kondisi kulit. Tapi ada yang dimulai dari skin barrier rusak dulu, baru terjadi kelainan, tapi ada juga yang kelainan dulu skin barrier-nya terganggu," kata dr. Windy.

Menurut dr. Windy, skin barrier merupakan lapisan pertahanan utama kulit yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan bakteri, alergen, dan berbagai zat yang dapat memicu iritasi. Ketika lapisan ini rusak, bakteri menjadi lebih mudah menembus kulit dan memicu munculnya peradangan, termasuk jerawat papul.

"Jadi gini, kita tahu bahwa skin barrier itu kayak proteksi kita, garda terdepan terhadap berbagai kuman, terhadap bahan alergen, iritan. Begitu itu rusak, gampang sekali bakteri itu penetrasi ke dalam kulit. Terutama juga lewat folikel, jadi akan mudah sekali," ujarnya.

Penyebab Jerawat

Ia menjelaskan bahwa bakteri penyebab peradangan tidak selalu berasal dari luar tubuh. Justru, bakteri normal yang hidup di permukaan kulit dapat berubah menjadi penyebab infeksi ketika berhasil masuk ke lapisan kulit yang mengalami kerusakan.

"Biasanya justru bukan bakteri yang jahat dulu, justru bakteri yang normal ada di tubuh kita. Tapi dia normal kalau ada di permukaan tubuh. Tapi begitu dia udah penetrasi karena ada luka atau apa, dia jadi patogen. Padahal dia sebenarnya awalnya normal aja di tubuhnya," tutur dr. Windy.

Selain gangguan pada skin barrier, dr. Windy mengatakan konsumsi protein dalam jumlah tinggi, seperti yang terdapat pada whey protein, juga dapat berkontribusi terhadap munculnya papul pada sebagian orang. Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu merupakan reaksi alergi.

"Memang pada beberapa kasus, enggak semua sih, ada memang whey protein mungkin tergantung kandungannya juga. Itu ternyata juga mampu memicu ekskresi dari keringatnya itu menjadi papul karena kandungan protein yang tinggi. Tapi nggak selalu dibilang alergi sih," jelasnya.

Di sisi lain, faktor kebersihan setelah berolahraga juga tidak boleh diabaikan. Keringat yang dibiarkan menempel di kulit terlalu lama dapat meningkatkan risiko folikulitis, yaitu infeksi atau peradangan pada folikel rambut akibat pertumbuhan bakteri.

Karena itu, dr. Windy mengingatkan bahwa tidak semua bintik merah di punggung merupakan jenis jerawat yang sama. Penyebabnya bisa berbeda-beda sehingga penanganannya pun perlu disesuaikan.

"Ada jerawat biasa, ada folikulitis, ada mungkin karena ekskresi karena susu, jadi macam-macam sih," pungkas dr. Windy.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya