JAKARTA — Jerawat di punggung sering kali dianggap muncul akibat kurang menjaga kebersihan atau produksi keringat berlebih setelah berolahraga. Padahal, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh rusaknya skin barrier atau lapisan pelindung kulit yang membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan peradangan.
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, dalam podcast bersama dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi di kanal YouTube Tirta PengPengPeng.
"Jadi kan kita tahu bahwa skin barrier tuh hampir di semua kondisi kulit. Tapi ada yang dimulai dari skin barrier rusak dulu, baru terjadi kelainan, tapi ada juga yang kelainan dulu skin barrier-nya terganggu," kata dr. Windy.
Menurut dr. Windy, skin barrier merupakan lapisan pertahanan utama kulit yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan bakteri, alergen, dan berbagai zat yang dapat memicu iritasi. Ketika lapisan ini rusak, bakteri menjadi lebih mudah menembus kulit dan memicu munculnya peradangan, termasuk jerawat papul.
"Jadi gini, kita tahu bahwa skin barrier itu kayak proteksi kita, garda terdepan terhadap berbagai kuman, terhadap bahan alergen, iritan. Begitu itu rusak, gampang sekali bakteri itu penetrasi ke dalam kulit. Terutama juga lewat folikel, jadi akan mudah sekali," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bakteri penyebab peradangan tidak selalu berasal dari luar tubuh. Justru, bakteri normal yang hidup di permukaan kulit dapat berubah menjadi penyebab infeksi ketika berhasil masuk ke lapisan kulit yang mengalami kerusakan.
"Biasanya justru bukan bakteri yang jahat dulu, justru bakteri yang normal ada di tubuh kita. Tapi dia normal kalau ada di permukaan tubuh. Tapi begitu dia udah penetrasi karena ada luka atau apa, dia jadi patogen. Padahal dia sebenarnya awalnya normal aja di tubuhnya," tutur dr. Windy.