Pada penderita narkolepsi, batas antara kondisi terjaga dan tidur menjadi tidak jelas. Akibatnya, unsur-unsur tidur REM dapat muncul ketika seseorang masih terjaga atau baru mulai tertidur. Hal inilah yang menyebabkan munculnya gejala seperti halusinasi, kelumpuhan tidur, serta katapleksi.
Selain itu, pola tidur penderita menjadi tidak stabil. Mereka dapat tertidur secara tiba-tiba pada siang hari, tetapi justru mengalami tidur malam yang sering terbangun dan kurang berkualitas.
Hingga saat ini belum tersedia terapi yang dapat menyembuhkan narkolepsi secara total. Namun, berbagai pilihan pengobatan mampu membantu mengendalikan gejala sehingga kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga.
(Djanti Virantika)