JAKARTA - Zaman sekarang, siapa sih yang bisa lepas dari musik? Saat kerja, olahraga, atau sekadar rebahan, mendengarkan lagu favorit lewat earbuds atau headphones sudah jadi bagian dari gaya hidup. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa kebiasaan ini aman buat kesehatan pendengaran dalam jangka panjang?
Biar bisa tetap asyik mendengarkan musik tanpa mengorbankan fungsi telinga, yuk bahas berdasarkan penjelasan dari pakar audiologi, Pauline Dinnauer, Au.D., yang dilansir dari Hearing Health Foundation.
Tingkat kenyaringan suara itu diukur dengan satuan desibel (dB). Menurut Hearing Health Foundation, telinga manusia itu idealnya aman mendengarkan suara hingga batasan 70 dB. Berikut perbandingannya:
Ponsel pintar zaman sekarang biasanya suka memberikan peringatan kalau volume sudah terlalu keras. Sayangnya, pengguna sering abai. Biar telinga aman, batasi volume musikmu maksimal di angka 60 persen saja dari volume tertinggi peranti.
Meskipun earbuds menang telak dari segi kepraktisan, Hearing Health Foundation lebih menyarankan pengguna untuk memakai over-the-ear headphones. Ini beberapa alasan logisnya:
Sebaliknya, over-the-ear headphones tidak menyalurkan suara langsung di dalam rongga telinga. Jaraknya lebih aman dan peranti ini umumnya jauh lebih nyaman dipakai untuk durasi yang agak lama.
Menyuruh orang zaman sekarang buat berhenti mendengarkan musik lewat gawai jelas tidak mungkin dan tidak realistis. Namun, menjaga kesehatan telinga itu mutlak.
Selain menjaga volume tetap rendah, berinvestasi pada headphones berkualitas tinggi yang punya fitur Peredam Kebisingan (Noise-Canceling) juga sangat disarankan. Fitur ini ampuh memblokir suara bising dari luar. Jadi, kamu tidak perlu lagi menaikkan volume musik sekencang mungkin hanya demi mengalahkan suara bising di sekitar jalanan atau transportasi umum.
(Agustina Wulandari )